Wow! Ilmuwan Temukan Bongkahan Es Besar di Dalam Planet Pluto, Lihat Selengkapnya 

Sebelumnya, Pluto dikenal sebagai planet kesembilan dalam jajaran tata surya. Planet itu juga dikenal sebagai planet terkecil, dan terletak paling jauh dari matahari.

Wow! Ilmuwan Temukan Bongkahan Es Besar di Dalam Planet Pluto, Lihat Selengkapnya 
Tata surya - Penyebab Pluto Tak Lagi Dinyatakan sebagai Planet dalam Tata Surya/tribunnews.com

RUBRIK.ID - Berita Mancanegara yang dikutip RUBRIK.ID tentang Maynard-Casely dkk menganalisis foto-foto puncak gunung es di permukaan Pluto.

14 tahun lalu, tepatnya 24 Agustus 2006, Pluto dinyatakan bukan lagi sebagai planet dalam tata surya.

Perubahan status ini disepakati oleh Uni Astronomi Internasional (IAU) setelah mereka melakukan klasifikasi ulang tentang kriteria planet dalam tata surya.

Sebelumnya, Pluto dikenal sebagai planet kesembilan dalam jajaran tata surya. Planet itu juga dikenal sebagai planet terkecil, dan terletak paling jauh dari matahari.

Baru-baru ini Ilmuwan dikejutkan dengan penemuan gletser alias bongkahan es besar di dalamnya Pluto ternyata komposisinya terus berubah seiring pergantian musim.

Es di planet kerdil terkadang mengembang dan terkadang menyusut.

Penelitian ini dipimpin oleh ilmuwan planet Helen Maynard-Casely dari Institut Bragg di Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO).

Mereka menggunakan data penerbangan Pluto Juli 2015 dari misi New Horizons NASA.

Maynard-Casely dkk menganalisis foto-foto puncak gunung es di permukaan Pluto dan mensimulasikan kondisi di permukaan menggunakan Wombat, difraktometer neutron intensitas tinggi di Pusat Hamburan Neutron Australia (ANSTO). Ini adalah studi pertama tentang ekspansi termal metana dan nitrogen di Pluto.

Dalam simulasi tersebut, mereka mengamati perubahan dalam kepadatan molekul metana dan nitrogen sebagai respons terhadap perubahan suhu. Gletser Pluto terdiri dari metana padat dan nitrogen.

“Nitrogen sebenarnya memiliki dua struktur kristal dalam kisaran suhu yang terlihat di Pluto. Nitrogen sangat menarik karena molekulnya mempunyai kemampuan untuk mendingin menjadi struktur yang teratur yaitu fase nitrogen alfa, dan pada titik ini terjadi penurunan volume yang besar.

Sedangkan suhu udara sedikit lebih tinggi, sekitar 44 Kelvin [minus 229,5 Celsius], molekul nitrogen berputar bebas dalam keadaan plastik, “kata Maynard-Casely dalam laporannya yang dimuat di jurnal IUCrJ, seperti dikutip Spaceflight Insider Rabu (26/8).

Saat suhu Pluto menghangat, molekul metana dan nitrogen yang membentuk gletser berubah orientasi dan bergerak. Sehingga menyebabkan gletser mengembang.

“Lenyaplah pemikiran bahwa Pluto adalah dunia yang mati. New Horizons telah mengambil bukti bahwa planet kerdil itu secara geologis aktif selama empat miliar tahun dalam hidupnya “ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di mediautama.co dengan judul "Terungkap, Gletser Pluto Berubah Seiring Musim" https://mediautama.co/terungkap-gletser-pluto-berubah-seiring-musim/