Waspada Karhutla, Ketua DPRD Kaltim Minta Pemerintah Siap Siaga Memasuki Musim Kemarau

Seperti diketahui, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepanjang Januari - Mei mencatat sebanyak 123 kejadian karhutla. BNPB daerah pun diminta melakukan peringatan dan kesiapsiagaan dini hadapi karhutla.

Waspada Karhutla, Ketua DPRD Kaltim Minta Pemerintah Siap Siaga Memasuki Musim Kemarau
Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK/IST

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Permintaan Presiden RI Joko Widodo yang mengharapkan seluruh kepala daerah agar tetap waspada menghadapi musim kemarau hingga bulan Agustus mendatang ditanggapi Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK dengan  meminta pemerintah dan pihak terkait untuk tetap siaga dan tidak mengabaikan ancaman kebakaran lahan dan hutan yang kerap terjadi setiap tahun.

Seperti diketahui, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepanjang Januari - Mei mencatat sebanyak 123 kejadian karhutla. BNPB daerah pun diminta melakukan peringatan dan kesiapsiagaan dini hadapi karhutla.

"Saya sepakat dengan Pak Presiden agar tetap bersikap waspada walaupun sedang menghadapi masa pandemi seperti sekarang. Lebih baik mencegah dari pada terjadi," ujarnya saat dihubungi awak media, Jumat (26/6/2020).

Guna meIakukan pengawasan secara intensif, Makmur menyebutkan pemanfaatan teknologi informasi sangat efektif digunakan untuk mengontrol
dalam rangka meminimalisir terjadinya karhutla khususnya pada kawasan yang dinilai rawan.
 
Selain itu,  pemahaman kepada masyarakat luas sangat diperlukan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar yang mengakibatkan rentan terjadinya musibah kebakaran.

"Masyarakat khususnya petani maupun pekebun termasuk perusahaan perkebunan juga wajib diberikan informasi tentang wajibnya menjaga lingkungan agar tetap lestari dan tidak merusak ekosistem," sebutnya.
 
Pemberian sanksi tegas kepada mereka yang terbukti melanggar juga dinilai salah satu upaya efektif guna memberikan efek jera kepada setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Pasalnya, dampak akibat karhutla dirasakan semua orang.

"Yang jelas kalau kalau karhutla itu terjadi kabut asap menyebar kemana-mana bahkan sudah kejadian karena dibawa angin sampai ke provinsi bahkan negara tetangga. Kalau itu sudah terjadi polusi udara yang menyebabkan gangguan kesehatan, jarak pandang bahkan kalau parah sekolah, kantor dan aktivitas perekonomian bisa diliburkan," jelasnya. (Advertorial)