Wapres Ma'ruf Amin: Jangan Sampai ASN Terpapar Paham yang Tidak Sesuai dengan Prinsip-prinsip Kebangsaan dan Kenegaraan

Wapres Ma'ruf Amin: Jangan Sampai ASN Terpapar Paham yang Tidak Sesuai dengan Prinsip-prinsip Kebangsaan dan Kenegaraan
RUBIK.ID- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan agar aparatur sipil negara ( ASN) tak terpapar paham radikalisme. Hal itu disampaikan Wapres dalam acara pemberian penghargaan kepada ASN berprestasi di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (14/1/2020).\n\n"Jangan sampai pegawai (ASN) kita terpapar oleh paham yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebangsaan dan kenegaraan kita yang sekarang itu disebut sebagai radikalisme, radikal terorisme. Itu sudah merambat kemana-mana," ujar Ma'ruf.\n\nIa mengatakan ASN harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat sehingga tak terpengaruh paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Selain itu, Ma'ruf berpesan agar ASN terus meningkatkan kompetensinya dan bisa memberi pelayanan prima kepada masyarakat.\n\nIa menambahkan, di era industri 4.0, ASN harus bisa cepat merespons kebutuhan publik. Ma'ruf mengatakan, saat ini masih ada kesan bahwa ASN belum bisa merespons kebutuhan publik secara cepat.\n\nIa meminta kesan tersebut dihilangkan dengan menunjukkan kinerja yang memuaskan.\n\n"Ada istilah bahwa reformasi ini kita sudah mulai tapi baru menyentuh kulit-kulitnya tapi belum jantung dan belum paru-parunya, sehingga perlu ada pembedahan-pembedahan," ujar Wapres.\n\n"Perlu ada motivasi-motivasi yang akhirnya sehingga birokrasi kita itu sebenarnya dituntut memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan dan juga memiliki komitmen terhadap kebangsaan dan kenegaraan kita," lanjut dia.\n\nSebelumnya, pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 menteri dan kepala badan tentang penanganan radikalisme pada aparatur sipil negara (ASN) sejak pertengahan November 2019.\n\nAda enam menteri yang ikut di dalamnya, yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Komunikasi dan Informatika.\n\nSelain itu, SKB melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Komisi Aparatur Sipil Negara.\n\nSalah satu poin yang tak boleh dilanggar ASN adalah memberikan pendapat lisan maupun tulisan di media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan pemerintah. (*)\n\nArtikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wapres: Jangan Sampai ASN Terpapar Paham Radikalisme", https://nasional.kompas.com/read/2020/01/14/13262901/wapres-jangan-sampai-asn-terpapar-paham-radikalisme?page=all#page2.