Usai Sembuh dari Penyakit Mematikan, Ini Gejala yang Masih Dirasakan oleh Pasien Covid-19

Meskipun sejumlah pasien telah dinyatakan sembuh dari Covid-19, namun masih ada gejala yang dirasakan.

Usai Sembuh dari Penyakit Mematikan, Ini Gejala yang Masih Dirasakan oleh Pasien Covid-19
ilustrasi/ detik.com

RUBRIK.ID - Berita Mancanegara yang dikutip RUBRIK.ID tentang gejala yang masih dirasakan oleh pasien Covid-19 yang sudah sembuh.

Meskipun sejumlah pasien telah dinyatakan sembuh dari Covid-19, namun masih ada gejala yang dirasakan.

Gejala tersebut ialah sesak nafas dan kelelahan.

Seperti yang dialami oleh penyelam profesional Emiliano Pescarolo yang menghabiskan waktunya untuk dirawat selama 17 hari di rumah sakit di Genoa, Italia dan keluar pada April lalu.

Setelah tiga bulan keluar dari rumah sakit, pria usia 42 tahun tersebut masih kesulitan untuk bernapas.

"Setelah kembali ke rumah, bahkan setelah berminggu-minggu saya tidak melihat kemajuan. Jika saya berjalan-jalan kecil, rasanya seperti mendaki Gunung Everest. Saya kehabisan napas juga hanya karena berbicara. Saya sangat khawatir," ungkap Pescarolo, dikutip dari laman CNN.

Pescarolo juga mengatakan bahwa ia kesulitan untuk berkonsentrasi dan sangat khawatir akan kekuatan kognitif yang dimilikinya.

"Terutama ingatan jangka pendek, saya tidak ingat hal-hal sederhana," ucap Pescarolo.

Pescarolo adalah satu dari beberapa pasien virus Corona COVID-19 yang sembuh dan saat ini menjalani perawatan di klinik rehabilitasi di Genoa.

Namun, ribuan orang masih khawatir belum sepenuhnya pulih dari virus Corona COVID-19.

Klinik rehabilitasi tersebut menemukan sebagian besar pasien mengalami kelelahan.

"Yang paling mengejutkan saya adalah, bahwa pasien yang tidak dirawat di ICU sangat lemah. Tidak ada bukti masalah kardiologis atau paru, tetapi mereka tidak dapat berjalan menaiki tangga. Sebagian besar menunjukkan kelemahan otot yang serius," kata direktur salah satu pusat rehabilitasi di Italia, Dr Piero Clavario

Selain itu, 50 persen dari pasien virus Corona COVID-19 yang sembuh di pusat rehabilitasi tersebut mengalami masalah psikologis, dan 15 persen pasien lainnya mengalami gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Pasien menunjukkan perbaikan yang positif setelah berolahraga di pusat rehabilitasi.

Selain di Italia, di Inggris muncul komunitas "Long Covid" untuk para penyintas COVID-19.

Komunitas ini berbagi dampak jangka panjang yang dialami orang yang sudah sembuh dari infeksi virus Corona.

Lebih dari 8.500 orang telah bergabung dengan komunitas Long Covid Support Group di Facebook sejak dibentuk oleh penderita COVID-19 pada Mei 2020 lalu.

Masih belum diketahui secara pasti penyebab gejala-gejala seperti kelelahan, sulit bernapas, dan gangguan berpikir itu muncul setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19

Studi yang ada menunjukkan bahwa virus corona adalah penyakit multi-sistem yang tidak hanya dapat merusak paru-paru, tetapi juga ginjal, hati, jantung, otak, sistem saraf, kulit, dan saluran pencernaan. (*)

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul "Cerita Pasien Corona yang Masih Merasa Sesak Napas Setelah Sembuh"