Ungkap Tambang Ilegal di Samarinda, Polisi Temukan 6 Truk Pengangkut

Ungkap Tambang Ilegal di Samarinda, Polisi Temukan 6 Truk Pengangkut
Ungkap Tambang Ilegal di Samarinda, Polisi Temukan 6 Truk Pengangkut
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Kasus tambang ilegal masih jadi masalah serius di Kaltim.\n\nPengungkapan kerap dilakukan aparat terkait. Terbaru, aparat kembali ungkap kasus tambang ilegal yang ada di Kampung Muang Kecamatan Samarinda Utara.\n\nDari pengungkapan itu, 2 orang ditetapkan tersangka.\n\nPerngungkapan bermula dari adanya aduan masyarakat ke Balai Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Wilayah Kalimantan pertengahan Juni lalu.\n\nDari laporan itu, kemudian muncul surat tugas.\n\nPenyidik Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Enggang Seksi Wilayah II, Gakkum KLHK Kalimantan langsung lanjutkan ke lokasi.\n\nDari pantauan, penyidik SPORC menemukan adanya kegiatan penambangan batubara pada koordinat 00 21? 38? LS - 117 12?44?BT Kampung Muang, Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda.\n\nKemudian pada Selasa lalu (13/8/2019), ditemukan akitivitas penambangan batu bara menggunakan alat berat. Di lapangan ditemukan sedikitnya 6 truk pengangkut dan ekcavator yang diduga untuk operasional. Beberapa lubang bekas galian juga terlihat.\n\n"Tim melakukan penghentian aktifitas tersebut dan mengamankan, A selaku operator alat berat, Z selaku penanggung jawab operasional sekaligus pemodal dan A selaku pengawas lapangan," kata Kepala Seksi Wilayah II Samarinda, Gakkum KLHK Kalimantan, Annur Rahim, Jumat (16/8/2019).\n\nPemeriksaan awal diketahui, aktivitas itu sudah berlangsung sejak 2018 di lahan seluas 3 hektare yang diklaim milik Z.\n\n"Bisa dibilang, mereka beroperasi 24 jam. Ada banyak titik (penambangan) di situ," kata Annur Rahim.\n\nHingga berita diturunkan, penyidik masih menginvestigasi ke mana batu bara ilegal itu dipasarkan.\n\nImbas dari aktifitas ilegal yang dilakukan 2 tersangka, penyidik Kementerian LHK, menjerat tersangka Z (51 tahun) dan A (58 Tahun) dengan Pasal 98 ayat (1), 109 jo Pasal 116 Undang - Undang Nomor : 32 tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). (*)\n\n