Ungkap Pengolahan Minyak Ilegal di Palaran, Polisi Amankan 5,8 Ton Solar

Ungkap Pengolahan Minyak Ilegal di Palaran, Polisi Amankan 5,8 Ton Solar
Ungkap Pengolahan Minyak Ilegal di Palaran, Polisi Amankan 5,8 Ton Solar
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Petugas gabungan dari unsur TNI Polri saat ini gencar melakukan pengungkapan tempat pengolahan minyak mentah ilegal yang berada di pinggiran Samarinda.\n\nBaru saja sehari sebelumnya, mengungkap tempat pengolah minyak di kawasan Simpang Pasir, Kecamtan Palaran. Rabu (13/11/2019) sore kemarin, petugas kembali menemukan yang ke enam.\n\nKali ini petugas menemukan tempat pengolahan dengan jumlah produksi yang jauh lebih besar. Lokasinya berada di jalur poros Samarinda - Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar).  Tepatnya berada di Kelurahan Bantuas,  Kecamatan Palaran.\n\nDi lokasi ini, petugas berhasil mengamankan 17 tandon berkapasitas 1000 liter yang sudah disulap menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.\n\nSelain itu ada juga empat tandon yang masing-masingnya berkapasitas 1000 liter. Di dalamnya, petugas menemukan 5,8 ton barang bukti solar olahan. Dan 83 tandon kosong yang juga memiliki daya tampung 1000, 5000 dan 10.000 liter.\n\nNamun sayang, saat disatroni petugas, tidak didapati adanya aktivitas pengolahan minyak tersebut. Meski demikian, petugas dengan cekatan melakukan penyitaan barang bukti tersebut dan memasang garis polisi.\n\nDari hasil pantauan di lapangan, lokasi pengolahan minyak ilegal ini berada cukup jauh masuk ke dalam hutan. Jauh dari lokasi perkotaan sepertinya menjadi tempat favorit para pelaku melancarkan aksinya. Agar bisa mencapai ke tempat tersebut, pertama-tama  harus melewati jalur houling dengan jarak berkisar lima kilometer dari jalan utama.\n\nLuas tempat pengolahan ini diperkiran mencapai setengah hektare. Di tempat ini, para pelaku dipastikan memproduksi minyak ilegal tersebut dalam jumlah yang lebih besar.\n\nSelain itu, di sini juga terlihat jika tangki penyulingan juga memiliki kapasitas yang lebih besar, dengan jumlah mencapai tiga buah. Meski satu diantaranya telah roboh  dan yang berfungsi hanya dua buah saja.\n\nKepada awak media, Aiptu Jojo Prasetyo, sebagai pengamanan objek vital (Pamovit), Polda Kaltim menuturkan, terpantau sejak Selasa (12/11/2019) siang kemarin, lokasi ini telah ditinggal oleh para pekerjanya. Bahkan jalur laluan utama menuju pabrik minyak ilegal itu pagi tadi,  secara tiba-tiba diportal menggunakan alat berat. Diduga hal tersebut dilakukan agar akses menuju pabrik pengolahan itu tak dapat di jangkau oleh petugas berwajib.\n\n"Berdasarkan laporan pertamina yang mengalami penurunan jumlah produksi, akhirnya kami melakukan patroli penyisiran dan menemukan lokasi ini," terang Jojo.\n\nSelain hasil laporan Pertamina, Jojo juga menambahkan jika sebelumnya tim gabungan sempat mencurigai lokasi pabrik pengolahan minyak ilegal ini, saat sedang berkeliling melakukan patroli.\n\n"Saat menemukan pertama kali akses jalan ini masih relatif bagus. Tapi kondisinya sekarang bisa seperti yang kita saksikan bersama. Semua dugaan masih terus di dalami," pungkasnya. (*)