Tyson Fury Ungkap Dampak Kesehatan Mental Usai Jadi Korban Rasialisme

Tyson Fury Ungkap Dampak Kesehatan Mental Usai Jadi Korban Rasialisme
RUBRIK.ID - Berita Mancanegara yang dikutip RUBRIK.ID tentang kisah Tyson Fury yang pernah menjadi korban rasialisme.\n\nAmerika Serikat sedang diramaikan oleh aksi ricuh demonstran anti rasialisme terkait kematian pria kulit hitam George Floyd.\n\nTernyata petinju asal Inggris, Tyson Fury juga pernah menjadi salah satu korban rasialisme.\n\nDengan status pendatang yang menetap di Inggris, Tyson Fury mengalami perlakuan rasialisme tersebut.\n\n"Saya seorang pria kulit putih dan saya mengalami rasialisme pada 2020 karena saya seorang pendatang. Saya berasal dari latar belakang etnis," kata Tyson Fury seperti dikutip dari Mirror.\n\n"Bahkan hari ini Anda pergi ke pub, bar, restoran, dan mereka bilang 'kami berhak untuk tidak membiarkan pendatang masuk, tidak ada pendatang yang diizinkan. Orang gipsi atau pun pendatang'."\n\nFury pun menambahkan perlakuan rasialisme sudah sering dialaminya sejak 2016.\n\nKala itu, dia dan sang istri yang berlatar belakang keluarga asal Irlandia dilarang masuk ke salah satu restoran di Inggris.\n\nBahkan, tindakan rasialisme itu didapat Tyson Fury ketika dia menjadi juara dunia kelas berat.\n\nBerbicara soal tindakan rasialisme, Tyson Fury juga pernah mengungkapkan hal tersebut berdampak pada kesehatan mentalnya.\n\nMengutip BBC (November 2019), Tyson Fury mengatakan dia memutuskan menjadi orang yang bertindak seperti penjahat di awal kariernya.\n\nKeputusannya menjadi lebih arogan dilakukannya demi mendapatkan perhatian dan pengakuan.\n\n"Saya mulai memainkan bagian ini, menjadi arogan dan sombong. Saya akhirnya kehilangan diri saya sendiri," kata Tyson Fury.\n\n"Saya menyadari tindakan rasialisme terhadap pendatang. Ini membuat saya menjadi seperti orang asing."\n\n"Karena itu saya merasa bahwa demi mendapatkan pengakuan yang saya butuhkan untuk menjadi daya tarik dalam suatu olahraga, saya harus menjadi orang 'jahat'," imbuhnya lagi.\n\n[caption id="attachment_11162" align="alignnone" width="640"] tyson fury (tengah)/ liputan6.com[/caption]\n\nSementara itu, Tyson Fury juga menanggapi kasus kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah ditindih lehernya oleh polisi Minneapolis, Amerika Serikat.\n\nPetinju berjulukan The Gypsy King itu mengatakan kematian George Floyd di tangan petugas polisi tidak dapat diterima.\n\nTyson Fury pun menegaskan tindakan rasialisme perlu diubah oleh semua orang.\n\n"Saya tahu bagaimana rasanya menjadi korban rasialisme. Itu adalah tindakan yang tidak bisa diterima sama sekali," kata Tyson Fury.\n\n"Ini sangat mengerikan karena kamu tidak bisa menilai semua orang dengan sama."\n\n"Semuanya bisa menjadi rasis, apa pun warna kulitnya, apa pun latar belakangnya. Kamu bisa melihat (banyak tindakan rasialisme) dan itu perlu diubah," ucap Fury mengakhiri. (*)\n\n \n\nArtikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Akibat Tindakan Rasialisme, Tyson Fury Jadi Arogan demi Dapat Pengakuan "