Tersangka Korupsi Rp 8 Miliar, Mantan Direktur Perusda AUJ Bontang Pernah Jadi Ojek Online Sebelum Ditangkap

Tersangka Korupsi Rp 8 Miliar, Mantan Direktur Perusda AUJ Bontang Pernah Jadi Ojek Online Sebelum Ditangkap
Tersangka Korupsi Rp 8 Miliar, Mantan Direktur Perusda AUJ Bontang Pernah Jadi Ojek Online Sebelum Ditangkap
RUBRIK.ID - Setelah sempat melarikan diri selama 3 tahun sejak 2016, Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa yakni Dandi Priyo Anggono (36) buronan koruptor asal Bontang, Kalimantan Timur ini akhirnya berhasil ditangkap.\n\nDandi ditangkap karena membuat empat perusahaan fiktif yang bergerak di bidang periklanan, bahan bakar, badan usaha dan sewa kapal.\n\nPada tahun anggaran 2014-2015, Pemkot Kota Bontang mengalokasikan dana sekitar Rp 17,2 miliar ke empat anak perusahaan yang dipimpin Dandi.\n\nSetelah diaudit BPK, ada indikasi kerugian negara Rp 8 miliar yang tak bisa dipertanggungjawabkan oleh Dandi.\n\nSaat kasus itu disidik Kejaksaan Negeri Bontang, Dandi kabur dari Kota Bontang. Dan akhirnya berhasil ditangkap tanpa perlawanan di rumah temannya di Perumahan Asri, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rabu (23/10/2019).\n\nSelama pelariannya, Dandi memiliki empat identitas palsu yang membuat Kejari Bontang kesulitan menelusurinya.\n\nBerikut ini fakta selengkapnya.\n\n1. Ditangkap di Madiun\n\nDandi, Mantan Direktur Perusda AUJ Bontang yang berhasil ditangkap/ Diksi.co\n\nDandi ditangkap ditempat persembunyiannya di Madiun, Rabu (23/10/2019.\n\nSetelah bersembunyi sekitar dua tahun di Madiun, akhirnya Dandi buronan koruptor asal Kabupaten Bontang ditangkap oleh Tim Satreskrim Polres Madiun. Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro membenarkan penangkapan buronan kasus korupsi Perusda AUJ Bontang tersebut.\n\nIa mengatakan, Dandi ditangkap tanpa perlawanan di rumah temannya di Perumahan Taman Asri, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rabu (23/10/2019).\n\n"Tadi kami bersama tim Kejari Madiun menangkap Dandi di rumah temannya. Saat ini Dandi sudah dibawa tim Kejaksaan Bontang untuk diterbangkan ke Kaltim," ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu malam.\n\n2. Sudah bersembunyi di Madiun selama dua tahun\n\nLogos menceritakan, sebelum ditangkap. Tim sempat mencari keberadaan Dandi di rumah kontrakannya namun ia tak ditempat.\n\nTak lama kemudian, tim melacak keberadaan Dandi yang berada di rumah temannya. Saat ditangkap, Dandi mengaku sudah bersembunyi dari kejaran penyidik kejaksaan dua tahun di Madiun sejak tahun 2017.\n\nSebelum bersembunyi di Madiun, Dandi pernah tinggal di Kutai Kartanegara. Untuk menyamarkan keberadaannya, Dandi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penyertaan modal Perusahaan Daerah AUJ Bontang ini mengganti namanya menjadi Deni.\n\n3. Ubah identitas \n\nWakil Kepala Kejati Kaltim Sarjono Turin mengatakan, tim penyidik Kejari Bontang mendapat informasi dari Kejari Madiun terkait keberadaan mantan Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jaya tersebut.\n\nSetelah melaporkan ke Kejari Bontang, tim penyidik Kejari Madiun dibantu Polres Madiun bergerak membekuk Dandi.\n\nDandi langsung diamankan di Polres Madiun. Tim penyidik dari Bontang sudah berangkat ke Madiun menjemput tersangka pada Kamis (24/10/2019).\n\n"Selama pelariannya, tersangka menghilangkan jejak dengan mengubah identitas diri. Mengganti nama, sehingga Kejari Bontang sempat kesulitan menelusuri," ujar Turin saat memberi keterangan pers di Kantor Kejari Kaltim di Samarinda, Kamis.\n\nDandi saat diamankan petugas/ Diksi.co\n\n4. Miliki empat identitas\n\nKepala Kejari Bontang Agus Kurniawan menambahkan, selama pelariannya, Dandi mengganti nama dengan Deni Priyono.\n\nTak hanya itu, Dandi juga memiliki empat identitas dengan nama dan alamat berbeda.\n\nBerdasarkan hasil pemeriksaan, selama 2 tahun Dandi menetap di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Selanjutnya, dia hijrah ke Madiun hingga akhirnya ditangkap.\n\nSelama menghilang, Dandi bekerja serabutan. Dia sempat menjadi tukang ojek online. Saat ditangkap, dia menetap di sebuah kontrakan bersama istri. (*)\n\nArtikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Fakta Tersangka Korupsi Rp 8 Miliar di Kaltim yang Kabur 2 Tahun dengan Identitas Palsu", https://regional.kompas.com/read/2019/10/25/11374671/4-fakta-tersangka-korupsi-rp-8-miliar-di-kaltim-yang-kabur-2-tahun-dengan?page=all#page2.