Terjadi Longsor di Samarinda, Akibatnya Jalan Arus Provinsi Tertutup Tanah Basah-Batu

Arus lalu lintas dari arah Kecamatan Palaran menuju Kecamatan Samarinda Seberang itu terputus total

Terjadi Longsor di Samarinda, Akibatnya Jalan Arus Provinsi Tertutup Tanah Basah-Batu
Tanah longsor yang memakan badan jalan provinsi, namun masih belum mendapatkan penanganan serius/HO

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Sejak sepekan terakhir intensitas hujan di Kota Tepian memang sedang tinggi-tingginya.

Selain momok banjir, peristiwa tanah longsor pada Jumat (24/7/2020) kemarin kembali terjadi di ruas Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang hingga memutus sebagian arus lalu lintas.

Dari pantauan media ini di lapangan, tanah basah bercampur batu dan tanaman tersebut menumpuk setinggi 2,5-3 meter. 

Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Kecamatan Palaran menuju Kecamatan Samarinda Seberang itu terputus total. Bahkan setelah tiga hari kejadian, tampak belum adanya penanganan dari pihak pemerintah.

Dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Sekretaris BPBD Samarinda, Hendra AH menuturkan jajarannya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

"Kami sudah ngecek, itukan jalan provinsi statusnya. Kami sudah koordinasi dengan PUPR provinsi (Kaltim). Ya tinggal di mereka lagi yang seperti apa penanganannya," ungkap Hendra, Minggu (26/7/2020) sore tadi. 

Lanjut Hendra, penanganan yang dilakukan BPBD Samarinda sebenarnya hanya sebatas koordinasi.

BPBD nantinya baru akan benar-benar melakukan penanganan apabila  dari peristiwa serupa terdapat korban yang harus mendapatkan evakuasi. 

"Kami ke sana sebatas koordinasinya. Kalau penanganan fasilitas umumnya itu di ranah PUPR, baik ditingkat kota maupun provinsi," sambungnya. 

Selain terbatas kewenangan, BPBD sendiri juga terkendala kendaraan alat berat untuk membersihkan material longsor dar8 badan jalan. 

"Sudah dikoordinasikan pas hari Sabtu kemarin. Longsornya dari Jumat. PUPR kota juga sudah di hubungi. Kapan dikerjakan belum tau pasti kapan," pungkasnya. (*)