Tarif Tol Balsam Terlampau Mahal, Dewan Prediksi Akan Berpengaruh Terhadap Perekonomian Kaltim

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya agar tarif tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR dapat direvisi kembali.

Tarif Tol Balsam Terlampau Mahal, Dewan Prediksi Akan Berpengaruh Terhadap Perekonomian Kaltim
Syafruddin, anggota Komisi III DPRD Kaltim

Tarif Tol Balsam Terlampau Mahal, Dewan Prediksi Akan Berpengaruh Terhadap Perekonomian Kalti

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya agar tarif tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR dapat direvisi kembali.

Pasalnya kisaran tarif sebesar Rp 1.200 per kilometer dinilai terlampau mahal.

Hal ini disampaikan anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syafruddin.

Udin sapaan akrabnya mengatakan, jika tarif tol tidak direvisi atau diturunkan diprediksi akan berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi di Kaltim.

Sebagai contoh, misal transportasi baik jasa maupun barang harus menyesuaikan tarif atau biaya yang dikeluarkan agar menutupi beban biaya akibat pembayaran tarif tol.

"Ini bisa menjadi inflasi. Misal truk sayur biar cepat lewat tol namun harus menambah biaya ketika masuk tol. Otomatis agar tidak rugi mau tidak mau menaikkan harga jual barangnya," kata politisi PKB itu, Jumat (19/6/2020).

Dikhawatirkan, akibat dari mahalnya tarif membuat jalan bebas hambatan yang menghubungkan beberapa Kabupaten/Kota ini akan menjadi pilihan kedua masyarakat.

"Jangan sampai jalan tol menjadi jalan kedua. Sehingga masyarakat lebih memilih jalan poros sebagai akses jalan utama dibandingkan jalan tol," pungkasnya. (advertorial)