Tanggapan Kadis Kesehatan Balikpapan Terkait Meningkatnya Pemeriksaan Pasien Swab Covid-19

Prioritas dalam pemeriksaan swab Covid-19 ialah pasien yang datang dengan keluhan dan gejala yang berat.

Tanggapan Kadis Kesehatan Balikpapan Terkait Meningkatnya Pemeriksaan Pasien Swab Covid-19
Ilustrasi/ liputan6.com

RUBRIK.ID, BALIKPAPAN - Prioritas dalam pemeriksaan swab Covid-19 ialah pasien yang datang dengan keluhan dan gejala yang berat.

Hal ini disebabkan banyaknya laboratarorium rumah sakit yang semakin dipadati dengan pemeriksaan swab pasien yang kian meningkat beberapa hari terakhir.

"Pengiriman swab ke Labkesda Provinsi dan RS AW Sjahranie kami dapat info dari Dinkes Provinsi sejak hari Kamis ditunda karena teralu banyak spesimen yang bertumpuk dan dikerjakan disana," kata Andi Sri Juliarty, Kadis Kesehatan Balikpapan saat ditemui usai upacara Hari Kemerdekaan, Senin (17/8/2020).

Pihaknya akan mengambil langkah cepat kepada pasien bergejala berat untuk segera mendapatkan diagnosa dari penyakitnya.

"Seperti pada kondisi ini pasien gagal nafas kita harus cepat menegakkan diagnosa maka pemeriksaan swab diambil, maka kita mohon pemerintah untuk membantu pembiayaan walaupun swasta," katanya.

Pasin dengan gejala berat ini akan ditindaklanjuti dengan cepat menggunakan program dari pemerintah untuk pembiayaan pemeriksaan swabnya.

"Spesimen di Balikpapan yang kondisi emergency pasien di ICU harus segera ditetapkan Covid-19 atau bukan, dan pemerintah harus membantu pembiayaan, kita cari lab mana di Balikpapan yang bisa menerima pemeriksaan swab," ujarnya.

Sementara untuk kondisi pasien yang tidak darurat pihaknya akan mengatur jadwal pemerikaan swab dan harus menunggu dengan dibarengi isolasi mandiri.

"Ada 2 pilihan, kalau ingin tetap ikut program pemerintah gratis harus menunggu dengan tetap isolasi mandiri, kalau yang tidak bisa menunggu dapat melakukan swab mandiri," katanya.

Sementara untuk kasus pasien yang berada dibawah perusahaan tempatnya bekerja akan ditangani sendiri oleh perusahaan yang bersangkutan.

"Kita ada beberapa kasus, kalau perusahaan biasanya menangani sendiri bagaimana cara tercepat diagnosa ditegakkan," katanya 

"Pasti kota mencari solusi sesuai prioritasnya," pungkasnya. (*)