Tak Operasional, Rumah Sakit Islam Samarinda Disatroni Pencuri

Tak Operasional, Rumah Sakit Islam Samarinda Disatroni Pencuri
Tak Operasional, Rumah Sakit Islam Samarinda Disatroni Pencuri
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Satu tahun belakangan tak operasional, rupanya Rumah Sakit Islam (RSI) di Samarinda jadi sasaran empuk bagi para pelaku kriminal.\n\nPasalnya, meski tak operasional beberapa perabotan dan peralatan masih tersimpan di rumah sakit tersebut.\n\nMengetahui kondisi ini, Edy Ramlan alias Mellang (40) bersama seorang rekannya berhasil memanfaatkan situasi sekitar yang relatif sepi, untuk menggasak satu gulung kabel instalasi listrik ruangan, ukuran 35x4 mm dan panjang sekitar 80 meter.\n\nMeski hanya kabel, tapi nominalnya tidaklah kecil. Dalam laporan resminya kepada polisi, pihak rumah sakit mengaku mengalami kerugian hingga Rp 28 juta.\n\nDijelaskan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Ipda Abdillah Dalimunthe, kejadian pencurian ini pada 29 September lalu, sekitar pukul 12.00 Wita, di jalan Gurami, Sungai Dama, tepatnya di RSI Samarinda.\n\nSaat itu, pria yang beralamat di Jalan Kakap sedang berjalan bersama rekannya yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), di sekitaran RSI. Mellang tampak santai. Namun rupanya dia sedang memantau kondisi sekitar. Ketika di rasa aman, Mellang bersama rekannya tersebut secepat kilat langsung menuju pintu samping yang mengarah ke bagian belakang rumah sakit.\n\nKabel listrik yang berada di bagian pelapon, dalam sekejap mata, raib di boyong Mellang bersama rekannya itu. Tetapi tindakanya tersebut terendus oleh petugas rumah sakit yang sedang bertugas. Ditemani security, petugas rumah sakit ini menemukan kabel listrik di bagian pelapon itu telah hilang.\n\nSelain itu, petugas juga menemukan sisa potongan yang menjuntai dari bagian pelapon. Atas dasar kehilangan tersebut, petugas rumah sakit didampingi security, kemudian membuat laporan resminya di Polsekta Samarinda Kota.\n\n"Dari hasil penyelidikan beberapa bulan kami mengantongi identitas dua orang yakni tersangka bersama seorang rekaannya," kata Dalimunthe.\n\n"Pada saat itu kita terbantu dengan adanya rekaman CCTV aktif di lokasi. Dan sudah diakui pula oleh tersangka," sambung polisi berpangkat balok satu itu.\n\nDalimunthe juga menambahkan, saat ini telah didapatkan informasi jika rekan Mellang berada di luar Samarinda.\n\nPengakuan tersangka sementara baru satu kali, kita masih terus kembangkan apalagi kalau diliat dari gerakannya, disinyalir jika dia adalah seorang spesialis," ungkapnya.\n\nAkibat perbuatannya, Mellang harus merasakan dinginnya jeruji besi, di jeratan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal selama 7 tahun penjara. (*)