Tak Hanya Palestina, Beberapa Negara Ini Juga Hilang di Peta

Beberapa hari yang lalu publik digegerkan dengan menghilangnya peta Palestina.

Tak Hanya Palestina, Beberapa Negara Ini Juga Hilang di Peta
Peta Palestina/ detik.com

RUBRIK.ID - Berita Nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang hilangnya beberapa negara di peta, selain Palestina.

Beberapa hari yang lalu publik digegerkan dengan menghilangnya peta Palestina.

Belum lama ini, dua perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat, Apple dan Google dituduh menghapus nama Palestina pada peta digital mereka.

Pencarian untuk Palestina di Apple Maps dan Google Maps hanya menunjukkan wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat, tetapi tidak ada label atau tulisan yang menunjukkan negara tersebut adalah Palestina.

Sayangnya, selama ini wilayah dengan nama Palestina dalam peta digital Apple maupun Google memang tidak pernah ada.

Namun tidak hanya Palestina, beberapa negara lain pun turut tak masuk dalam peta digital Apple dan Google. Berikut daftar negara tersebut:

Sealand
Dipimpin oleh keluarga Bates, negara berdaulat terkecil di dunia ini berjarak 13 km dari garis pantai Inggris. Negara ini terletak di atas tongkang tinggi yang dibangun selama Perang Dunia II, tepat di antara wilayah Inggris dan Eropa.

Baik Inggris dan Eropa tak mengklaim tongkang tersebut. Maka pada 1966, Roy Bates, mantan prajurit militer Inggris, mengambil klaim atas hal itu dan menamakannya Principality of Sealand yang berdaulat.

Hingga kini negara tersebut masih berjalan, meskipun tidak muncul pada peta digital Google dan Apple.

Crimea
Negara lainnya yang tidak ada dalam peta adalah Crimea.

Berada di wilayah yang relatif luas 27.000 km persegi, Crimea terletak di pantai utara Laut Hitam dan menjadi satu-satunya perbatasan darat dengan Ukraina utara.

Di masa lalu, negara ini dijajah oleh orang Yunani kuno, orang Persia kuno, orang Romawi, kekaisaran Bizantium, orang Goth, orang Genoa, bahkan kekaisaran Ottoman.

Pada 1783, Crimea dianeksasi oleh Rusia dan menjadi republik sebagai bagian dari Uni Soviet.

Pada Perang Dunia II, Crimea dipindahkan ke Republik Sosialis Soviet Soviet dan menjadi bagian dari Ukraina pada tahun 1991.

Kemudian pada 2014 lalu, Crimea dianeksasi kembali oleh Rusia.

Namun, terlepas dari semua kerusuhan politik, Crimea telah menjadi hotspot bagi wisatawan sejak tahun 90-an oleh National Geographic, dan menyebutnya sebagai 20 tujuan teratas untuk bepergian ke dunia pada tahun 2014.

Republik Lakotah
Republik Lakotah adalah wilayah yang luas di Amerika Serikat dan memiliki populasi lebih dari 100.000 orang.

Negara ini terdiri dari ribuan mil wilayah negara bagian Dakota Utara, Dakota Selatan, Nebraska, Wyoming, dan Montana.

Terletak di tengah-tengah peta AS, kisah perjuangan Lakotah dimulai pada abad ke-18, dengan menandatangani kesepakatan bersama pemerintah AS yang menjanjikan mereka hak untuk hidup di Black Hills.

Sayangnya, wilayah Black Hills merupakan keramat bagi banyak orang.

Sebab, tanah tersebut mampu menghasilkan emas.

Maka, selama lebih dari satu abad, pemerintah AS lupa tentang negara kecil ini hingga mengeluarkan permintaan maaf pada tahun 1998.

Pengadilan memutuskan untuk memberikan kompensasi kepada Lakotah Sioux sebesar hampir US$ 600 juta, tetapi mereka menolak uang tersebut karena tidak mau 'memaafkan kekejaman pemerintah AS.

Pada 2007, mereka menyatakan penarikan resmi dari AS dan kini Republik Lakotah masih berjuang atas kemerdekaannya.

Barotseland
Memiliki populasi sekitar 3,5 juta, wilayah negara Barotseland sangat besar jika dibandingkan dengan Namibia, Botswana, Zimbabwe, Angola, dan Zambia.

Barotseland terbentuk atas kelompok gabungan lebih dari 20 suku individu dari seluruh wilayah, dengan bahasa sah Silozi yang kompleks karena berasal dari beberapa bahasa suku.

Barotseland didirikan oleh Ratu Mbuywamwambwa, yakni matriark Lozi, lebih dari 500 tahun yang lalu.

Mayoritas masyarakatnya berasal dari orang-orang yang bermigrasi dari seluruh Afrika, terutama Kongo.

Sekitar tahun 1889, Raja Lewanika menandatangani perjanjian untuk memberikan pengakuan kerajaan sebagai negara.

Dia menandatangani konsesi perdagangan dan sebagai gantinya, kerajaannya harus dilindungi.

Kemudian, Raja Lewanika menandatangani perjanjian lain dengan British South African Company pada tahun 1890.

Ini menempatkan Barotseland sebagai unit lain Rhodesia Utara.

Pada tahun 1900, Inggris memproklamasikan dan memerintah tanah itu sebagai bagian dari utara dan barat Barotziland-Rhodesia.

Republik Murrawarri
Republik Murrawarri adalah negara mikro yang menyatakan kemerdekaan dari Australia pada tahun 2013.

Negara ini terletak di daerah kecil di perbatasan New South Wales dan Queensland.

Menariknya, Republik Murrawarri merilis deklarasi kemerdekaan kepada Ratu Inggris dan Perdana Menteri Australia.

Dalam surat yang dikirim, mereka meminta Ratu Elizabeth II untuk membuktikan legitimasinya atas tanah mereka.

Mereka memberi 30 hari ke Australia dan Ratu untuk merespons.

Saat tidak mendapat tanggapan dari keduanya, mereka secara resmi menjadi bangsa.

Sayangnya deklarasi kemerdekaan mereka masih tidak diakui oleh pemerintah Australia, dan wilayah mereka tidak muncul di peta digital Apple maupun Google. (*)

Artikel ini telah tayang di cnbcindonesia.com dengan judul "Selain Palestina, Ini Daftar Negara yang 'Hilang' dari Peta"