Syarat Seleksi PPDB SMA dan SMK di Kaltim, Rusman Ya'qub: Khawatir Arsip Rapor Hilang

Syarat Seleksi PPDB SMA dan SMK di Kaltim, Rusman Ya'qub: Khawatir Arsip Rapor Hilang
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Setelah dinyatakan lulus dari jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP), seluruh siswa-siswi di Indonesia berlomba-lomba untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, yaitu sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK).\n\nTermasuk di Bumi Mulawarman, Kalimantan Timur. Yang menjadi pembeda, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 tak lagi mengacu pada hasil nilai ujian nasional (UN), akibat batalnya penyelenggaraan UN karena adanya serangan wabah virus corona atau Covid-19.\n\nKetua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya'qub menjelaskan, maka syarat penilaian diterima atau tidaknya siswa-siswi ke jenjang pendidikan SMA dan SMK akan dilihat dari nilai rata-rata rapor dari masing-masing siswa-siswi yang mendaftar.\n\n"Sekarang tidak ada UN, maka penilaian dasar agar dapat diterima di sekolah itu melalui cara rekap nilai rata-rata rapor, dari semester 1 sampai 6," ujar Rusman--sapaannya, saat diwawancara awak media usai menggelar rapat koordinasi melalui teleconfrence bersama dinas terkait di ruang rapat Komisi IV beberapa waktu lalu.\n\nNamun terdapat kekhawatiran terhadap sistem PPDB yang akan diterapkan, Rusman melihat resiko kehilangan arsip data baik yang dimiliki pihak orang tua ataupun sekolah sangat mungkin terjadi.\n\n"Dikhawatirkan karena arsip yang tak tersimpan rapi oleh orangtua, akhirnya orangtua berbondong-bondong mendatangi sekolah dan menciptakan kerumunan di tengah kondisi Covid-19 ini," katanya.\n\n"Maka itu ini penting mulai dari sekarang diumumkan kepada masyarakat. Persoalannya kalau mulai dari semester 1 sampai semester 6, arsip dokumen itu tersimpan dengan baik atau tidak, maka itu sekolah harus membantu," tambahnya.\n\nMenyikapi hal ini, Anggota Legislatif satu-satunya mewakili Fraksi PPP itu pun meminta pemerintah, dalam hal ini Dinas pendidikan, agar segera memberi arahan kepada seluruh sekolah untuk menyimpan arsip data nilai rapor seluruh siswa-siswi yang menempuh pendidikan di sekolah masing-masing.\n\nSelain itu, untuk mencegah terjadinya keramaian diakibatkan kehadiran masyarakat di sekolah-sekolah, Rusman memberi saran agar setiap sekolah dapat menyediakan telepon layanan untuk masyarakat.\n\n"Secara pribadi saya menyarankan agar setiap sekolah membuka telepon layanan, untuk menghindari orang datang ke sekolah konsekuensinya sekolah harus membuka call center. Jangan sampai melarang orang datang tapi tidak ada solusi komunikasi dari pihak sekolah untuk pelayanan," jelasnya.\n\nLebih jauh, menjelang PPDB, ia menegaskan pemerintah harus mengawasi sistem rekap nilai yang dilakukan masing-masing sekolah di seluruh Kaltim.\n\n"Jangan sampai menjelang PPDB ini ada rekayasa nilai rapor," tegasnya. (advertorial)