Spot-spot Wisata PPU dan Kukar yang Bakal Jadi Pariwisata Ibu Kota

Spot-spot Wisata PPU dan Kukar yang Bakal Jadi Pariwisata Ibu Kota
Spot-spot Wisata PPU dan Kukar yang Bakal Jadi Pariwisata Ibu Kota
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Dipilihnya 2 Kabupaten di Kaltim, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) diyakini juga akan berimbas pada perekonomian Bumi Etam.\n\nTermasuk diantaranya sektor pariwisata.\n\nBanyaknya pegawai pemerintahan yang akan pindah, hingga sektor bisnis yang juga akan datang ke Kaltim, membuat pangsa pasar pariwisata di Kaltim dipastikan juga akan bertambah.\n\nBerikut tim redaksi kumpulkan beberapa spot pariwisata yang ada di 2 Kabupaten yang jadi lokasi IKN:\n\nPenajam Paser Utara \n\n1. Air Terjun Tembinus \n\nAir Terjun Tembinus Air Terjun Tembinus atau biasa disebut Niagara Tembinus merupakan salah satu tempat wisata yang seru dan cukup menantang di Kabupaten Penajam Paser Utara.\n\nLokasi wisata air terjun ini berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).\n\nAir Terjun Tembinus masih berada dalam wilayah Hak Guna Usaha PT. ITCI Hutani Manunggal. Meskipun begitu, tempat tersebut sudah bisa diakses oleh pengunjung. Waktu yang diperlukan untuk sampai ke lokasi tersebut sekitar kurang lebih 3 jam perjalanan dari ibu kota kabupaten Penajam Paser Utara.\n\nAir terjun yang berlokasi cukup jauh dari ibu kota itu hanya bisa dikunjungi pada hari sabtu dan Minggu. Selain itu, pengunjung hanya diperbolehkan untuk menikmati pesona Air Terjun Tembinus hanya sampai pukul 16.00 sore. Pengunjung juga disarankan pergi ke tempat ini saat cerah agar kondisi jalan ke air terjun tidak licin sehingga keselamatan dan keamanan bisa terjaga.\n\nAir Terjun Tembinus/ DOk. Travelling Yuk) \n\n2. Penangkaran Rusa Penajam\n\nDikutip dari Kompas.com, penangkaran Rusa Penajam Pengunjung cukup membayar karcis masuk seharga Rp 2.000 saat weekdays dan Rp. 5.000 saat weekend.\n\nKemudian pengunjung bisa langsung melihat ratusan anak rusa dari berbagai jenis di penangkaran ini.\n\nSelain bisa menikmati aktivitas rusa, pengunjung bisa langsung memberikan makanan kepada rusa-rusa tersebut. Kebanyakan spesies rusa yang diternakkan di Penangkaran Rusa Penajam adalah jenis Rusa Sambar (Cervus Unicolor Brokei) dan Rusa Timor (Cervus Timorensis).\n\nRusa dikenal suka berkumpul, sehingga di setiap kandangnya terdapat puluhan rusa. Kini jumlah rusa di penangkaran itu sekitar 200 ekor. Lokasi penangkaran rusa seluas 50 hektare ini berada di Jalan Provinsi KM 32, Desa Api-api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Pengunjung dapat menempuh perjalanan menggunakan roda dua dan roda empat.\n\nRusa di Penangkaran Rusa Penajam Paser Utara/ Hello Borneo\n\n3. Pantai Nipah Nipah \n\nHampir separuh wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dikelilingi oleh laut sehingga terkenal dengan wisata pantainya.\n\nSalah satu pantai yang menarik untuk dikunjungi adalah Pantai Nipah Nipah. Pengunjung cukup membayar biaya karcis dan parkir untuk masuk dan menikmati pantai ini. Pantai Nipah Nipah biasanya sering menjadi lokasi acara besar yang diadakan pemerintah kabupaten Penajam Paser Utara. Lokasi pantai ini tidak begitu jauh dari pusat kota, sekitar enam sampai tujuh kilometer dari kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam.\n\nLokasinya juga tidak terlalu jauh dengan Ekowisata Mangrove Penajam. Dari Pantai Nipah Nipah para pengunjung bisa melihat kota Balikpapan.\n\nPantai Sipakario atau Pantai Nipah Nipah di PPU/ gramha.net\n\nKutai Kartanegara \n\n1. Pulau Kumala \n\nPulau Kumala/ Akmal Pasam\n\n2. Ladang Budaya \n\nTren destinasi yang instragamable ternyata melanda warga Kutai Kartanegara. Pemkab Kukar pun membangun taman budaya yang dinamai Ladang Budaya atau Ladaya.\n\nDi area tersebut terdapat bangunan-bangunan unik yang dapat dijadikan spot berfoto. Sebagai edukasi, terdapat kebun binatang mini, yang menyimpan koleksi binatang khas Kalimantan Timur: seperti burung enggang, beruang madu, uwa-uwa, dan burung merak.\n\nLadang Budaya (Ladaya) Kukar/ TravellingYuk\n\n3. Museum Mulawarman \n\nSekitar tahun 400 Masehi, di wilayah Kutai Kartanegara berdiri Kerajaan Kutai Kutai. Kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia, yang didirikan oleh Raja Kudungga. Salah satu rajanya yang terkenal bernama Mulawarman, seorang penyembah Dewa Syiwa yang taat. Ia bahkan mempersembahkan 20.000 ekor sapi kepada brahmana di kerajaannya. Nama Mulawarman diabadikan sebagai Museum Mulawarman yang berada di bibir Sungai Mahakam.\n\nMuseum ini memiliki koleksi patung-patung dan benda-benda bersejarah, perabotan kuno, kamar tidur dengan hiasan kain 'doyo' tenunan tangan, dan barang-barang dari dinasti Ming, Qing, dan Yuan. Sri Sultan Hamengkubuwono X pernah menyumbang teater boneka Bali untuk museum ini. Selain itu, museum ini menyimpan harta pusaka Kesultanan Kutai Kartanegara, antara lain singgasana raja, mahkota, tempat tidur, dan berbagai alat-alat pada masa itu.\n\nDi sebelah museum terdapat makam-makam keluarga Keraton Kutai Kartanegara, sementara bagian belakang museum digunakan untuk upacara adat, salah satunya Festival Erau. Masih di belakang museum terdapat Kedaton atau Istana Kutai Kartanegara. (*)