Soal TWK Proses Alih Status Pegawai KPK Jadi ASN, 'Pacaran Ngapain Saja'?

Dijawab dengan singkat-singkat saja. Selain pertanyaan tentang implementasi pancasila, pertanyaan lain ditanyakan tanpa ada relevansi dengan pekerjaan atau pendalaman pancasila, UUD 45, dan lain-lain," ujarnya.

Soal TWK Proses Alih Status Pegawai KPK Jadi ASN, 'Pacaran Ngapain Saja'?
Gedung KPK/dialeksis.com

RUBRIK.ID - Berita Nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang salah satu pegawai KPK mengungkap sejumlah isi soal TWK.

Salah satu Pegawai KPK  Tata Khoiriyah, menceritakan ganjalan yang dialami selama mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk proses alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN). 

Tata Khoiriyah sebagai Staf Humas KPK ini, menjadi salah satu pegawai KPK yang dinonaktifkan lantaran tak lolos TWK.

Tata mengungkap sejumlah isi soal TWK yang mengusiknya.

Dia sempat mendapatkan pertanyaan tentang status pernikahannya dalam wawancara TWK.

Hal ini ia ungkap melalui akun Twitter-nya, @tatakhoiriyah. detikcom telah mendapatkan izin untuk mengutip dari Tata.

"Apakah sudah menikah? Punya pacar? Pacaran berapa kali? Apakah pacar yang sekarang menuju pernikahan? Apakah pacar sekarang sudah diperkenalkan kepada orang tua? Kalau pacaran ngapain saja?" tulis Tata dalam utas panjang Twitter, Jumat (14/5/2021).

Selain pertanyaan terkait status pernikahan, Tata mendapat pertanyaan terkait keluarga. Dia juga ditanya tentang aktivitasnya di media sosial.

Namun Tata mengaku tidak nyaman saat ditanya tentang status pernikahannya.

Dia menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan singkat saja.

"Untuk part status pernikahan, saya memang tidak nyaman, tapi saya berusaha jawab apa adanya.

Dijawab dengan singkat-singkat saja. Selain pertanyaan tentang implementasi pancasila, pertanyaan lain ditanyakan tanpa ada relevansi dengan pekerjaan atau pendalaman pancasila, UUD 45, dan lain-lain," ujarnya.

Dia juga mempertanyakan TWK yang tidak terbuka berapa skor yang ia peroleh.

Dia juga tidak mendapatkan informasi terkait batas kelulusan.

"Pertanyaan saya selanjutnya, kenapa TWK ini tidak terbuka skornya, hasil kesimpulannya apa, dan rekomendasinya apa kepada masing-masing pegawai.

Ini kan lumrah kalau ikutan seleksi dimanapun. Kita tahu batas lulus berapa, kita berada di posisi skor berapa," ujarnya.

Sebelumnya, penonaktifan 75 pegawai KPK ini juga mendapat kritikan dari sejumlah pihak, termasuk PKS. KPK pun angkat bicara dan berharap tidak ada pihak yang berspekulasi terlalu jauh terkait upaya ini.

"Kami berharap pihak-pihak tidak berspekulasi terlalu jauh dengan asumsi-asumsi dan opini soal ini terhadap KPK, apalagi sebelum menerima informasi secara utuh," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada detikcom, Rabu (12/5/2021).
Dia menjelaskan, Novel Baswedan dkk bukan dinonaktifkan dari KPK, melainkan diminta menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada pimpinan sampai ada keputusan lebih lanjut.

Ada 75 pegawai yang diminta menyerahkan tugas dan tanggung jawab ke pimpinan setelah 75 orang itu dipastikan tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam rangka alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN).

"Dapat kami jelaskan bahwa saat ini pegawai tersebut bukan nonaktif karena semua hak dan tanggung jawab kepegawaiannya masih tetap berlaku," kata Ali.

Dia menegaskan belum ada keputusan apa pun soal nasib akhir dari 75 orang yang tak lolos TWK KPK itu.

Nantinya keputusan akan diambil berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara/Reformasi Birokrasi (PAN/RB) dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). (*)

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul 'Cerita Pegawai KPK Ditanya 'Pacaran Ngapain Saja?' Saat TWK' https://news.detik.com/berita/d-5569653/cerita-pegawai-kpk-ditanya-pacaran-ngapain-saja-saat-twk/2