Soal Program Listrik Gratis di Masa Pandemi, Komisi II DPRD Kaltim Beri Penjelasan

Soal Program Listrik Gratis di Masa Pandemi, Komisi II DPRD Kaltim Beri Penjelasan
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Komisi II DPRD Kaltim terus mengupayakan transparansi terkait bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19.\n\nHal tersebut terlihat pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD Kaltim dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Biro Ekonomi dan PLN, Senin (4/5/2020).\n\nRapat yang berlangsung melalui teleconference tersebut dipimpin Ketua Komisi II, Veridiana Huraq Wang di ruang Komisi II, lantai 3 gedung D DPRD Kaltim, Karang Paci.\n\n?Terkait masalah listrik, ya. Jadi ada kebijakan PLN di daerah, sangat tergantung dari kebijakan dari pusat. Untuk yang 450 Kw itu digratiskan mulai bulan April, tetapi dengan catatan ia tidak ada tunggakan sebelumnya," ujar Veridiana.\n\nProgram tersebut tidak berlaku jika masyarakat yang menginginkan listrik gratis masih memiliki tunggakan tagihan di bulan Maret atau Februari.\n\n"Kalau ada tunggakan misalnya bulan Maret atau Februari, ia harus tetap membayar tunggakan itu baru dia bisa digratiskan di bulan April. Kemudian untuk voltase 900 itu ada diskon 50 persen, pembayarannya juga sama dengan catatan tidak ada penunggakan pembayaran sebelum bulan April,? urai Veridiana Huraq Wang usai memimpin rapat.\n\nTapi di balik adanya program penggratisan dan pemotongan pembayaran listrik, menurut Veridiana, ada perilaku masif konsumen terhadap pemakaian listrik di masing-masing rumah.\n\n?Karena perilaku dari konsumen sendiri yang selama ini tidak menyadari, sudah hampir dua bulan berada di rumah dan secara aktif menyalakan listrik di rumah jadi 24 jam. Misalnya di rumah yang tadi hanya dinyalakan pada saat malam hari, setelah pulang kerja, sekarang karena ada di rumahnya lah terus kemudian televisi juga demikian. Kemudian anak-anak sekolah juga banyak belajar online dari rumah menggunakan listrik. Ini kan berubah, yang tadinya dari sekolah listriknya. Itu yang mungkin nanti jadi naik pemakaiannya. Tapi untuk lebih jelasnya itu konsumen diminta untuk mengecek langsung data,? pungkasnya. (advertorial)\n\n\n\n