Soal Penabrakan Fender Jembatan Mahakam, Komisi III: Harus Ada Efek Jera

Soal Penabrakan Fender Jembatan Mahakam, Komisi III: Harus Ada Efek Jera
Soal Penabrakan Fender Jembatan Mahakam, Komisi III: Harus Ada Efek Jera
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Kasus ditabraknya fender Jembatan Mahakam masih terus disorot kalangan dewan.\n\nKomisi terkait, yakni Komisi III yang diketuai Hasanuddin Mas'ud baru-baru ini lakukan rapat dengan pihak terkait untuk membahas persoalan itu.\n\nRapat pembahasan dilakukan untuk memperjelas siapa yang bertanggungjawab dan siapa yang wajib melakukan perbaikan atas ditabraknya fender tiang jembatan.\n\nPihak terkait pun dihadirkan yakni Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII, dan Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kaltim, Senin (9/12/2019).\n\n?Kami sengaja mengundang perwakilan mereka untuk membahas dan meminta kejelasan terkait masalah jembatan Mahakam dan menanyakan tidaklanjut penyelesaiannya seperti apa. Siapa yang harus bertanggungjawab untuk menangani persoalan ini,? sebut ketua komisi III DPRD Kaltim Hassanudin Mas'ud.\n\nDirinya menuturkan berdasarkan informasi yang diterimanya, masalah terkait tertabraknya tiang jembatan Mahakam sudah sangat mengkhawatirkan. Passalnya sejak tahun 2006 hingga saat ini, jembatan Mahakam telah ditabrak sebanyak 16 kali oleh kapal yang melintas.\n\n?Bahkan diakui oleh pihak BPJN XII, kalau kondisi jembatan Mahakam ini ibaratnya sudah stadium III. Meskipun dijelaskan mereka kondisi jembatan masih dalam kategori aman, tapi menurut kami ini sudah mengkhawatirkan,? jelas Hasan.\n\n\n\nLucunya lagi kata dia, dari 16 kali penabrakan, pihak BPJN XII tidak mempunyai data lengkap. Padahal, pihak BPJN mengakui telah memasang sejumlah CCTV di sejumlah titik pada bagian jembatan.\n\n?CCTV ada, tapi dari beberapa kejadian, ada yang tidak diketahui siapa penabraknya. Nama pontonnya apa? Takbutnya apa? Waktunya kapa? Itu tidak ada datanya,? singgung Politikus Golkar ini.\n\nMenyambung pernyataan Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Anggota Komisi III Syafruddin mendesak pihak BPJN XII maupun Satker P2JN untuk segera melakukan perbaikan. Bahkan, dia meminta jembatan ditutup sementara selama masa perbaikan.\n\n?Maksudnya supaya, dalam berlalulintas di bawah Jembatan Mahakan, agar berhati-hati dan pelan-pelan. Karena kalau sikap BPJN XII seperti ini terus tidak ada ketegasan, maka tidak akan ada efek jera," ujarnya. (advertorial)