Soal Pemecatan 51 Pegawai KPK, Putri Gus Dur Desak Jokowi Batalkan

Deputi Direktur PVRI Anita Wahid mengatakan keputusan membuang 51 pegawai KPK yang disebut sudah tak bisa dibina itu akan menumpulkan lembaga antirasuah dan pemberantasan korupsi.

Soal Pemecatan 51 Pegawai KPK, Putri Gus Dur Desak Jokowi Batalkan
Deputi Direktur PVRI Anita Wahid/tempo.co

RUBRIK.ID - Berita Nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang PVRI mendesak Presiden Joko Widodo membatalkan pemecatan terhadap 51 pegawai KPK.

Pemecatan 51 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN) masih menuai polemik di masyarakat.

Public Virtue Research Institute (PVRI) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar membatalkan pemecatan tersebut.

Deputi Direktur PVRI Anita Wahid mengatakan keputusan membuang 51 pegawai KPK yang disebut sudah tak bisa dibina itu akan menumpulkan lembaga antirasuah dan pemberantasan korupsi.

"Akibatnya kekuasaan pusat maupun daerah semakin sulit dikontrol. Kami mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan keputusan tersebut," kata Anita dalam keterangan resmi, Minggu (20/6).

Menurutnya, dokumen tersebut penting untuk melihat dugaan pelanggaran hak asasi pegawai.

"Presiden harus memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hak-hak pegawai KPK dalam proses TWK,"kata anak Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tersebut.

Sebelumnya, 75 pegawai KPK dinyatakan tak lulus TWK alih status menjadi ASN dan dinonaktifkan.

Sebanyak 51 pegawai KPK dianggap 'merah' dan tak boleh bergabung lagi dengan KPK.

Keputusan ini dikritik sejumlah pakar, guru besar, hingga aktivis antikorupsi.

Tiga lembaga internasional seperti Transparency International, Greenpeace, dan Amnesty International bahkan menyurati Jokowi karena menilai pemberhentian ini tidak memiliki dasar hukum, menyalahi asas-asas good governance, dan merupakan diskriminasi sistematis, serta melanggar hak-hak asasi khususnya hak para pekerja.

Tak sedikit pula yang menilai langkah pemecatan ini adalah episode baru dari rangkaian pelemahan KPK, terutama saat korupsi marak terjadi di berbagai sektor dan daerah.

Sejauh ini, KPK telah menyiapkan pendidikan dan pelatihan bela negara kepada 24 pegawai KPK yang dinilai masih bisa dibina untuk menjadi ASN. Pelaksanaan pendidikan ini akan dimulai pada Juli 2021. (*)

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul 'Putri Gus Dur Minta Jokowi Batalkan Pemecatan 51 Pegawai KPK' https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210620172322-12-656932/putri-gus-dur-minta-jokowi-batalkan-pemecatan-51-pegawai-kpk