Soal Maju Jalur Perseorangan, KPU Samarinda Beri Penjelasan

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda mengadakan jumpa pers tentang Tahapan Pilwali Samarinda dan sekaligus menyampaikan informasi perubahan form pernyataan dukungan calon perseorangan dalam Pilkada, Senin (28/10/2019) di kantor KPU Samarinda.\n\nKPU Samarinda menyampaikan adanya perubahan dan penambahan point form surat pernyataan dukungan berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 tahun 2017 tentang perubahan atas PKPU No. 3 Th 2017 tentang calon perseorangan dalam Pilkada.\n\nHal ini dijelaskan, Ihsan Hasani, Komisoner KPU Samarinda.\n\n"Sebelumnya pengumpulan form dukungan dan fotocopy dikumpul dalam keadaan terpisah, setelah perubahan ini fotocopy KTP (Kartu Tanda Penduduk) harus ditempel di kiri atas pada lembaran form pernyataan dukungan pasangan calon perseorangan, sehingga menjadi satu kesatuan dengan form," katanya Senin (28/10/2019).\n\nSelain itu, perubahan dalam lembar form dukungan menambahkan tentang pertanyaan pekerjaan pendukung calon perseorangan, untuk memperjelas status PNS atau bukan.\n\n"Kalau dulu tidak ada poin pekerjaan. Sekarang ada poin pertanyaan perkerjaan pendukung karena biasanya di KTP itu kan ada keterangan pekerjaan. Mungkin dulu dia PNS ternyata hari ini setelah memberi dukungan dia sudah pensiunan dari PNS, ini boleh mendukung. Berbeda halnya dengan yang masih PNS atau TNI, Polri itu tidak boleh mengisi surat form tersebut," tegasnya.\n\nSelanjutnya Ihsan menjelaskan, syarat calon perseorangan atau independen dalam Pilwali Samarinda harus minimal mendapatkan dukungan yang tersebar di 6 kecamatan.\n\nTercatat jumlah daftar pemilih tetap di Samarinda sebanyak 586.356 jiwa dalam pemilu terakhir 2019. Jumlah tersebut berada pada presentase 500.000 jiwa hingga 1.000.000 jiwa, maka presentase dukungan untuk di kota Samarinda adalah 7,5%.\n\nHitungan 7,5 persen itu jika dibulatkan adalah sejumlah 43.997 jiwa.\n\n"Calon independen Pilwali Samarinda harus memenuhi atau mendapat dukungan minimal dari 43.997 jiwa dan minimal tersebar di 6 kecamatan," tutupnya. (*)