Soal Kapal Batu Bara Jebol di Muara Berau, Ini Respon Komisi III DPRD Kaltim

Soal Kapal Batu Bara Jebol di Muara Berau, Ini Respon Komisi III DPRD Kaltim
Soal Kapal Batu Bara Jebol di Muara Berau, Ini Respon Komisi III DPRD Kaltim
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Hasanuddin Mas'ud, Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur meminta pertanggungjawaban Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).\n\nPertanggung jawaban itu terkait jebolnya kapal pengangkut batu bara yang terjadi di Muara Berau, Kabupaten Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan tumpahnya batu bara ke laut.\n\n"Pastinya kami akan minta pertanggungjawaban dari KSOP, mereka yang punya regulasi ke perusahaan ya ditanya dong pemilik kapalnya dan yang punya barang," katanya.\n\nDiketahui, kapal pengangkut batu bara itu milik salah satu perusahaan ekspedisi, yakni PT Pelayaran Karya Bintang Timur. Hasanuddin akui pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan KSOP untuk membuat berita acara atas kejadian tersebut.\n\n"Kami lagi berkoordinasi dengan KSOP untuk membuat berita acara terkait apa kejadiannya karena yang terlibat pasti KSOP selaku otorisasi, kan mereka yang berikan izin kapal untuk bergerak," ucapnya.\n\n\n\nKejadian ini menurut Hasanuddin bukanlah sebuah kecelakaan kerja maupun murni kelalaian dari pekerja. Kapal yang tidak memenuhi syarat menjadi dugaan yang mengakibatkan jebolnya kapal tersebut.\n\n"Tidak lah kalau menurut saya bukan kelalaian, karena dilihat dari tongkang itu tidak layak, kenapa bisa diberikan izin, kemudian pemilik kapal juga membiarkan kapalnya beroperasi. Kalau dilihat kapalnya tidak memenuhi syarat, kenapa KSOP berikan izin, berarti mereka berikan izin tapi tidak melihat barang itu," tandasnya.\n\nDilain pihak, Kepala KSOP Kelas II Samarinda, Dwiyanto, membenarkan adanya kejadian kapal pengangkut batu bara yang jebol di Muara Berau. Menurut keterangan, kejadian itu dianggap sebagai kecelakaan kerja.\n\n"Iya benar di Muara Berau. Itu karena kecelakaan kerja, masalah pemuatan saja, kapal itu lagi bongkar dan kemudian ramp doornya jebol, itu cuma dari tongkang ke kapal besar vessel batu bara. Sebenarnya bukan masalah plat, itu kan pintu yang dijepit, kalau didesak kan pasti ada lengkungan plat," terang Dwi saat ditemui di Bandara APT Pranoto, Rabu (18/12/2019). (advertorial) \n\n