Soal Dugaan Penyelewengan Dana Investasi 212 Mart, Polisi Masih Pelajari Berkas Laporan

Maka dari itu, sampai saat ini pihak kepolisian masih belum mengambil langkah pemeriksaan saksi terkait dugaan penyelewengan dana investasi hingga lebih Rp2 miliar tersebut.

Soal Dugaan Penyelewengan Dana Investasi 212 Mart, Polisi Masih Pelajari Berkas Laporan
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena mengungkapkan saat ini berkas laporan dugaan penyelewengan 212 Mart masih terus dipelajari sebelum dilakukan penyelidikan lebih lanjut

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Nilai investasi fantastis gerai 212 Mart di Kota Tepian senilai Rp2 miliar lebih yang diduga telah diselewengkan masih dipelajari lebih lanjut pihak kepolisian.

Dijelaskan Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena laporan yang diterima jajaranya masih bersifat laporan tertulis.

"Bener masih laporan tertulis aja sampai sejauh ini. Yang jelas berkas masih kami pelajari, dari situ baru kami lakukan penyelidikan," terang polisi berpangkat melati satu emas dipundaknya ini, Minggu (2/5/2021) sore tadi.

Lanjut Andika, saat ini pihaknya masih dalam tahap mempelajari berkas laporan.

Maka dari itu, sampai saat ini pihak kepolisian masih belum mengambil langkah pemeriksaan saksi terkait dugaan penyelewengan dana investasi hingga lebih Rp2 miliar tersebut.

"Belum ada pemeriksan, masih mau dirapatkan yang begini tidak bisa buru-buru," ulasnya.

Disinggung mengenai jaringan 212 Mart yang sempat senter di Jakarta terkait aliran dana yang disumbangkan ke kelompok ekstremis ISIS, Andika enggan berspekulasi terlalu jauh.

"Kita engga bisa langsung berpikir ke arah situ. Karena ini pemeriksaan saja belum dilakukan," pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, pengelolaan dana yang tidak transparan dari 212 Mart yang berdiri sejak 2018 hingga akhir 2020 kemarin akhirnya menyeruak ke permukaan.

Adanya indikasi penyelewengan dana invetasi yang dilakukan pengelola atau manajemen 212 Mart ini bahkan dilaporkan secara resmi kepada Polresta Samarinda pada Jumat (30/4/2021) sore kemarin.

Diketahui 212 Mart di Kota Tepian memiliki tiga cabang yang berada di Jalan AW Sjahranie, Jalan Gerilya dan kawasan Bengkuring ini memiliki nilai investasi menyeluruh hingga Rp2 miliar lebih dari 400 lebih para investor.

Bermodal rayuan legal standing Koperasi Syariah Sahabat Muslim Samarinda untuk menggaet para investor berhasil dilakukan dan berhasil mengumpulkan dana investasi sebesar Rp2.025.126.954.

Sejak operasional toko 212 Mart Samarinda dari tahun 2018 hingga pertengahan 2020 berjalan sebagaimana mestinya.

Namun pada bulan Oktober 2020 muncul permasalahan gaji karyawan menunggak tidak terbayarkan.

Begitu pun dengan supplier UMKM yang menitip barang di 212 Mart pun tidak terbayarkan, tetapi barang sudah terjual, tagihan wajib sewa ruko, listrik dan tagihan air pun tidak terbayarkan alias menunggak. 

Dari situlah awal mula kecurigaan bahwa adanya penyelewengan dana, dan dugaan bahwa pengelola penuh toko 212 Mart tidak memanfaatkan dana investasi dengan benar, yang sudah terkumpul dari para investor. (*)