Setahun, Sebaran Hot Spot di Kaltim Capai 7686 Titik

Setahun, Sebaran Hot Spot di Kaltim Capai 7686 Titik
Setahun, Sebaran Hot Spot di Kaltim Capai 7686 Titik
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Sepanjang periode 23 Februari 2018 hingga 23 Februari 2019, sebaran hotspot atau titik panas di wilayah Kalimantan Timur mencapai 7.686 titik.\n\nTitik panas ini tersebar di 10 kabupaten/kota se-Kaltim.\n\nDiperkirakan titik panas ini akan bertambah pada akhir September dan Oktober 2019.\n\nKepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim Ir. Frederik Bid mengatakan Kaltim tidak termasuk daerah siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun diharapkan masyarakat harus mewaspadai dan mengantisipasi secara dini terjadinya Karhutla.\n\n"Diprediksi cuaca panas terjadi di September hingga Oktober mendatang. Karenanya, BPBD provinsi dan kabupaten/kota sudah melakukan sinergi intas sektor, TNI/Polri, dinas/instansi dan lembaga terkait termasuk LSM dan relawan untuk mengantisipasi munculnya titik panas (hotspot) yang dapat menimbulkan terjadinya karhutla," kata Frederik Bid, Rabu (11/9/2019).\n\nFrederik Bid menjelaskan jajarannya bersama BPBD kabupaten dan kota secara terus menerus melakukan evaluasi terhadap titik api di Kaltim.\n\n"Kita meminta kabupaten dan kota untuk pro aktif dalam mencegah karhutla didaerahnya masing-masing. Terutama melakukan sosialisasi dan mengimbau warganya agar tidak melakukan pembakaran hutan untuk berladang ataupun keperluan lainnya," katanya.\n\nIa menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan kegiatan antisipasi. Beberapa waktu lalu sudah diaksanakan kegiatan pelatihan dan simulasi pengenalan alat pendukung upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.\n\nSaat dikonfirmasi daerah tertinggi sebaran hotspot, dia menyebut terbanyak ada di empat kabupaten/kota yakni Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Balikpapan. Trennya terindikasi sedikit meningkat disusul Berau dan Paser yang masuk level sedang.\n\n"Daerah yang tidak disebut bukan aman, jadi harus tetap waspada juga. Meskipun hotspot ini bukan kebakaran, melainkan hanya titik panas. Lain hal firespot baru kebakaran," katanya. (*)