Sertifikat Elektronik untuk Pertanahan Masih Minim Sosialisasi, Anggota Dewan Tunggu Penjelasan dari BPN

Proses pergantian dari sertifikat konvensional ke sertifikat elektronik saat ini masih belum banyak diketahui masyarakat.

Sertifikat Elektronik untuk Pertanahan Masih Minim Sosialisasi, Anggota Dewan Tunggu Penjelasan dari BPN
Agiel Suwarno, anggota DPRD Kaltim/ IST

RUBRIK.ID, SAMARINDA –  Proses pergantian dari sertifikat konvensional ke sertifikat elektronik saat ini masih belum banyak diketahui masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Agiel Suwarno pun menyadari hal itu.

Diketahui, proses pergantian dari sertifikat konvensional ke sertifikat elektronik ini diawali dari terbitnya Peraturan Menteri (Permen) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nomor 1/2021 tentang Sertifikat Elektronik.

Imbas terbitnya Permen itu, maka Kementerian ATR/BPN bakal menarik sertifikat konvensional atau analog diganti menjadi elektronik.

Menurut Agiel, ada baiknya bila pemerintah pusat melalui Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Kaltim menggelar sosialisasi di kabupaten kota secara masif. Tujuannya agar masyarakat bisa mengerti secara menyeluruh.

“Ini kan sesuatu yang baru.Kalau tidak dipahami menyeluruh, kan nanti masyarakat akhirnya takut-takut bahwa sertifikatnya bisa hilang,” katanya.

Hal lain yang juga jadi persoalan adalah di sertifikat konvensional itu sendiri, dimana masih ada beberapa masyarakat yang sampai saat ini sertifikat tanahnya belum didapatkan.

Belum hal itu selesai, sudah muncul agenda sertifikat elektronik. Ia yakini hal ini akan membingungkan warga.

“Apakah yang belum punya sertifikat ini nantinya akan langsung diterbitkan dalam bentuk elektronik? Kan kita tidak tahu karena minim sosialisasi,” katanya.

Ke depan, pihak terkait, yakni BPN Kaltim pun diagendakan akan dipanggil untuk menjelaskan akan hal ini. (advertorial)