Serikat Buruh PT Rimba Raya Lestari Demo di Kantor Gubernur, Adukan Jaminan Sosial Tak Diaktifkan Perusahaan

Serikat Buruh PT Rimba Raya Lestari Demo di Kantor Gubernur, Adukan Jaminan Sosial Tak Diaktifkan Perusahaan
Serikat Buruh PT Rimba Raya Lestari Demo di Kantor Gubernur, Adukan Jaminan Sosial Tak Diaktifkan Perusahaan
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Ratusan karyawan yang tergabung dalam serikat buruh PT. Rimba Raya Lestari lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (21/10/2019).\n\nMereka menuntut karena Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dimiliki oleh karyawan sudah tidak diaktifkan selama 2 tahun terakhir oleh perusahaan.\n\nIndra Gunawan, karyawan supervisor di PT. RRL mengatakan selama 3 tahun ini, Jaminan Hari Tua (JHT) para buruh pun dipotong tapi tidak disetor ke dinas ketenagakerjaan.\n\n?Selama ini kami berobat tapi bayar sendiri, seharusnya tidak dibayar, selama itu tidak disetorkan artinya kami dirugikan,? katanya.\n\nSementara itu, pihak perusahaan baru sekali ditemui oleh para buruh dengan di iming-imingi janji untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, hingga aksi unjuk rasa hari ini, pihak direksi belum juga memberikan tanggapannya.\n\n?Itulah kenapa kami langsung ke Gubernur, supaya pihak direksi kami bisa dipanggil Gubernur untuk menemui kami,? tambahnya.\n\nTuntutan lain yang dilayangkan juga adanya keterlambatan gaji yang belum dibayarkan dari bulan September lalu.\n\nDari pantauan lapangan, sekitar pukul 12.30 Wita, pihak dinas ketenagakerjaan menyambut perwakilan karyawan untuk melakukan mediasi.\n\nKepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Usriansyah yang menerima langsung tuntutan yang dilayangkan oleh karyawan PT. RRL sebut permasalahan BPJS Kesehatan sudah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi sebagai pengacara negara untuk ditindaklanjuti.\n\n?BPJS Kesehatan Rp 2 miliar sudah kita serahkan kepada ketua tim penagihan tunggakan piutang negara di Kejati, BPJS Ketenagakerjaan  Rp 14 miliar sudah juga diserahkan,? ujarnya.\n\nSelanjutnya, dinas ketenagakerjaan sudah memanggil pihak perusahaan untuk dimintai keterangan pada hari Rabu, (23/10/2019) pukul 09.00 Wita di kantor disnaker. (*)