Sempat Krisis, Kini 12 Kontainer Gula Pasir Sudah Tiba di Tarakan

Sempat Krisis, Kini 12 Kontainer Gula Pasir Sudah Tiba di Tarakan
Sempat Krisis, Kini 12 Kontainer Gula Pasir Sudah Tiba di Tarakan
Samarinda - Para pedagang masih mengeluhkan minimnya stok gula pasir di Kota Tarakan. Keterbatasan itu membuat sebagian toko sembako kehabisan stok.\n\nRiana (33), pemilik warung sembako di Jalan Aki Balak Kota Tarakan mengaku sudah tiga hari mengalami kekosongan gula karena stok gula di Agen tempat pembelian habis.\n\nRiana tak tahu jelas alasan krisis gula pasir ini melanda Kota Tarakan beberapa hari terakhir. Namun, dirinya meminta agar pemkot Tarakan segera mencari solusi atas minimnya stok gula pasir.\n\n"Banyak warga yang datang beli. Tapi gula pasir habis. Kami minta segera dicarikan solusi," katanya kepada Infosatu.co saat ditemui di warung sambakonya, Senin (15/7/2019).\n\nSejak stok gula pasir terbatas, Riana mengaku penggunaan gula lebih pasir irit. "Ya, terpaksa kami irit. Karena mau beli susah. Hampir semua pedagang tidak jual karena stok minim," tuturnya lagi.\n\nMenanggapi soal ini, Kepala Bidang (Kabid) Penguatan dan Pengembangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM M Romly mengatakan permasalahan bahan pangan gula sebenarnya sudah aman walaupun sempat mengalami kekosongan selama lebih kurang seminggu.\n\nNamun, saat ini distribusi gula pasir ke Kota Tarakan sudah masuk. Ada 12 kontainer gula pasir dari Surabaya sudah berada di pelabuhan Tarakan.\n\nSatu kontainer berisi 180 ton gula pasir. Sehingga total keseluruhan gula pasir yang masuk ke Kota Tarakan mencapai 2.160 ton.\n\n"Itu untuk kebutuhan masyarakat sekota Tarakan. Tinggal menunggu antrian untuk proses pembongkaran," katanya.\n\nSelanjutnya untuk proses distribusi, pihaknya menyerahkan ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Tarakan.\n\nTerkait isu yang berkembang tentang beredarnya gula pasir dari Malaysia, Romly mengakui memang ada. Namun, jumlahnya tidak banyak.\n\n"Kita nggak atur itu. Barang-barang ilegal kita nggak urus. Kita urus yang legal saja. Soal barang-barang ilegal domain aparat penegak hukum," tutupnya.