Semakin Serius Maju di Pilpres AS, Ini Isu yang Disuarakan Kanye West saat Kampanye

Semakin Serius Maju di Pilpres AS, Ini Isu yang Disuarakan Kanye West saat Kampanye
Kampanye Kanye West serius maju di Pilpres AS (The Sun)

RUBRIK.ID - Berita Internasional disajikan RUBRIK.ID tentang Kanye West yang semakin serius maju di Pilpres AS, suami Kim Kardashian ini berlinang air mata saat angkat isu penting di kampanye.

Penyanyi rap Kanye West sepertinya tak main-main menantang Donald Trump dan Joe Biden di Pilpres AS.

Pasalnya suami Kim Kardashian ini diketahui telah melakukan kampanye di hadapan pendukungnya.

Bahkan Kanye West mengangkat isu-isu penting seputar Amerika Serikat saat kampanye pertamanya sebagai calon Presiden.

Bertempat di Charleston, Kanye West sempat menangis saat membicarakan isu-isu kampanye yang akan ia perhatikan apabila menjadi Presiden Amerika Serikat nanti.

Salah satu isu yang ia bawa adalah masalah perbudakan dan rasisme.

Namun, Kanye West membawakan hal tersebut dengan pernyataan yang kontroversial.

Kanye West mengatakan bahwa Harriet Tubman, aktivis anti-perbudakan Amerika Serikat, tidak pernah benar-benar menyelamatkan budak.

"Dia tidak benar-benar menyelamatkan budak.

Ia hanya memindahkan budak dari satu orang kulit putih ke orang kulit putih lainnya," ujar Kanye West, dikutip dari Reuters, Senin, 20 Juli 2020. 

Selain membawakan masalah perbudakan ke kampanyenya, Kanye West juga menyampaikan rencananya soal masalah aborsi.

Ia berjanji akan melegalkan aborsi, namun juga tidak akan menganjurkannya di saat bersamaan.

Klik Berita Terkait:

Kanye West Tak Main-main Tantang Donald Trump di Pilpres AS, Ini Bukti Keseriusan Suami Kim Kardashian

Berani Desak Donald Trump Mundur dari Gedung Putih, Ini Sosok Keponakan Presiden Amerika Serikat

Donald Trump Kembali Diserang Keponakan Sendiri, Sebut Psikologis Presiden Amerika Serikat Itu Rusak

Agar warga Amerika Serikat tidak tertarik untuk aborsi, kata Kanye West, ia akan memberikan insentif 1 juta dollar pada setiap warga yang melahirkan.

Pada momen dirinya menjelaskan legalisasi aborsi itulah Kanye West menangis.

Kanye West berkata, dirinya nyaris tidak ada di dunia karena ibunya sempat menimbang untuk aborsi.

"Satu-satunya hal yang bisa membebaskan kita adalah dengan mengikuti aturan yang menjanjikan kita surga," ujar Kanye West melanjutkan.

Isu lain yang ia bawakan adalah masalah pornografi.

Uniknya, ketika membicarakan hal ini, Kanye West menyampaikan bahwa tujuan utama ia maju nyapres bukanlah untuk menang, tetapi memberikan pesan kepada warga Amerika Serikat. 

"Kebebasan tidak datang dari mengikuti pemilu.

Kebabasan tidak muncul dari mengkonsumsi pornografi. Kebebasan tidak bisa didapat dari memakai narkotika," ujar Kanye West.

Berbagai pihak masih meragukan apakah Kanye West benar-benar serius ingin menjadi Presiden Amerika atu tidak.

Sebab, deadline pemenuhan syarat Pilpres Amerika kian dekat dan Kanye West tampak belum memiliki mesin politik. 

(*)

Artikel ini bersumber dari Tempo.co dengan judul "Aborsi, Perbudakan, Pornografi Jadi Fokus Kanye West di Pilpres",
https://dunia.tempo.co/read/1367221/aborsi-perbudakan-pornografi-jadi-fokus-kanye-west-di-pilpres/full&view=ok.
Editor :Istman