Saat Warna Merah Putih Tampil di Gedung Tertinggi di Dunia, Burj Khalifa

Saat Warna Merah Putih Tampil di Gedung Tertinggi di Dunia, Burj Khalifa
Saat Warna Merah Putih Tampil di Gedung Tertinggi di Dunia, Burj Khalifa
RUBRIK.ID - Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab merupakan gedung tertinggi di dunia saat ini. Diresmikan pada 4 Januari 2010, ketinggian pencakar langit ini adalah 828 meter.\n\nBurj Khalifa juga sempat jadi spot lokasi dalam film Mission: Impossible - Ghost Protocol.\n\nDalam peringatan hari kemerdekaan ke-74 RI, Burj Khalifa di Dubai, juga ikut berikan peran.\n\nDikutip dari Kompas.com, pada Sabtu pukul 20.40 malam waktu setempat (17/8/2019), terdapat gambar bendera Indonesia di gedung itu.\n\nYunita Purwaningtyas PF dari Pensosbud Konsulat Jenderal RI (KJRI) Dubai mengatakan, adanya bendera Indonesia di Burj Khalifa tak hanya kado dalam acara 17 Agustus.\n\n"Ini upaya diplomasi yang coba dilakukan oleh KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai untuk lebih memperkenalkan Indonesia di Dubai dan sekitarnya," ujar Yunita.\n\nMinggu (18/8/2019), KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai sudah menyebarkan informasi terkait LED lightshow melalui pesan berantai dan media sosial.\n\nSehingga ketika acara berlangsung, nampak ratusan masyarakat Indonesia maupun pengunjung Burj Khalifa datang sambil mengenakan pakaian merah putih dan batik.\n\nYunita berujar selain di gedung yang juga dikenal sebagai Burj Dubai itu, LED Merah Putih juga diampilkan di markas perusahaan minyak negara Uni Emirat Arab, atau Adnoc.\n\nMenurut Yunita, ini adalah pertama kalinya bendera Indonesia ditampilkan di lokasi ikonik Uni Emirat Arab seperti Burj Khalifa maupun markas Adnoc.\n\nSelain Adnoc, Merah Putih juga terlihat di kawasan penting Abu Dhabi yang lain seperti Kubah Emirates Palace, maupun gedung Abu Dhabi Global Market.\n\nYunita menjelaskan, persiapan untuk memasang bendera sudah dilakukan selama dua pekan terakhir dengan KBRI Abu Dhabi melakukan koordinasi dengan pejabat setempat.\n\n"Komunikasi dan koordinasi dengan pihak pengelola Burj Khalifa dimulai sejak awal Agustus 2019," tutur Yunita.\n\n"Konsepnya adalah menampilkan bendera Indonesia di landmark UEA," jelasnya, dikutip dari sumber yang sama. (*)