Rugikan Negara Rp 7 Miliar, Mantan Dirut Perusda AUJ Bontang Tiba di Kaltim

Rugikan Negara Rp 7 Miliar, Mantan Dirut Perusda AUJ Bontang Tiba di Kaltim
Rugikan Negara Rp 7 Miliar, Mantan Dirut Perusda AUJ Bontang Tiba di Kaltim
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Menggunakan rompi merah bertuliskan 'Tahanan', Dandi (36), mantan direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) milik Pemkot Bontang tiba di Kejati Kaltim, Samarinda, Kamis (24/10/2019) pada pukul 13.50 Wita.\n\nRabu (23/10/2019) kemarin, ia dijemput oleh tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bontang di Madiun. Diberitakan sebelumnya, Dandi ditahan Kejari Madiun bersama Polres Madiun di wilayah kerja mereka.\n\nPria bernama Dandi Prio Anggono, masuk dalam buronan Kejari Bontang sejak 2015 lalu, namun status daftar pencari orang (DPO) dan penetapan tersangka baru ia dapat pada tahun 2018 setelah tim Kejari Bontang melakukan penyelidikan. Ia terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi penyertaan modal Pemkot Bontang.\n\nKejari Bontang sudah melakukan pemanggilan terhadap Dandi selama 3 kali, namun dirinya tidak kunjung memperlihatkan wajahnya untuk datang ke Kejari.\n\nDari hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dugaan tindak pidana korupsi itu merugikan keuangan negara sebesar Rp 8.093.018.260,- karena adanya pekerjaan fiktif, penggunaan data yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan piutang macet.\n\nKepala Kajari Bontang, Agus Kurniawan menyebutkan bahwa, dalam kasus ini adanya kemungkinan tersangka lain yang belum ditelusuri akan dikembangkan oleh timnya.\n\n"Bisa jadi, tidak menutup kemungkinan yang namanya korupsi dilakukan hanya satu pihak," sebutnya. (*)\n\nMiliki 4 Nomor Induk Keluarga\n\nPihak Kejari Bontang mengaku kesulitan mencari keberadaan Dandi. Menurut pengakuan tersangka selama 4 tahun menjadi buron, dirinya sempat melarikan diri dari Bontang tahun 2016 dan menetap di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur selama 2 tahun.\n\nKemudian ia pergi ke Madiun bersama temannya. Di Madiun, ia menyembunyikan identitas aslinya dengan membuat KTP palsu, mengubah namanya menjadi Deni Priyono yang berumur 38 tahun.\n\nSelama berada di Sangatta, Dandi hanya melakukan pekerjaan serabutan untuk menghilangkan identitasnya. Setelah beranjak meninggalkan Kalimantan, ia pergi bersama temannya ke Madiun yang diketahui tempat keluarganya tinggal. Membawa istrinya, Dandi tinggal di kontrakan dan hanya bekerja menjadi supir online di Madiun.\n\nTidak hanya itu, fakta lainnya mengungkap bahwa Dandi memiliki 4 Nomor Induk Keluarga (NIK) yang berbeda.