Respons Positif PKS soal Elektabilitas Anies yang Turun: Harapan Masyarakat Indonesia Terlalu Besar

Respons Positif PKS soal Elektabilitas Anies yang Turun: Harapan Masyarakat Indonesia Terlalu Besar
RUBRIK.ID- Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra merespons positif hasil survei yang menyebut elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun karena persoalan banjir.\n\nMenurutnya, hasil survei versi Parameter Politik Indonesia itu menunjukkan harapan yang luas dari masyarakat Indonesia terhadap kinerja Anies.\n\n"Terlepas PKS ada calon lain atau tidak, ini menarik, berarti ada ekspektasi luas, karena benci itu kadang tipis antara benar-benar cinta atau, dan seterusnya," kata Indra di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta, Minggu (23/2).\n\nIndra menyatakan menurunnya elektabilitas Anies karena masalah banjir menjadi menarik. Sebab, publik secara luas menyoroti kinerja Anies dan adanya sinyal harapan yang tinggi terhadapnya.\n\nIndra lantas mencontohkan bahwa Anies kerap disalahkan jika terjadi bencana banjir meski bukan terjadi di Jakarta. Ia menyatakan Anies turut disalahkan bila terjadi musibah banjir di kota lain.\n\n"Sebenarnya berarti harapan publik begitu tinggi ke Anies Baswedan. Banjir Semarang Anies disalahkan, banjir ibu kota baru Anies juga disalahkan, ini artinya sinyal," kata dia.\n\nMeski demikian, Indra tak mau ambil pusing terkait survei elektabilitas yang terjadi terhadap Anies. Ia menyatakan momentum Pilpres 2024 masih terlalu jauh dan masih fokus terhadap kerja-kerja partai.\n\n"Buat PKS kita kerja dulu," kata Indra. PKS merupakan salah satu parpol pengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI tahun 2017 berkoalisi dengan Gerindra.\n\nSebelumnya, survei yang digelar Parameter Politik Indonesia (PPI) dan Politika Research and Consulting (PRC) menunjukkam elektabilitas Anies jeblok dibandingkan elektabilitasnya pada awal Januari 2020 lalu.\n\nDirektur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno mengatakan Anies mendapatkan elektabilitas sebesar 7.8 persen pada hasil survei yang dilakukan pada awal Februari 2020 lalu. Elektabilitas Anies itu berada di posisi keempat jauh dibelakang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang berada di posisi pertama dengan 17.3 persen.\n\nlalu posisi kedua ditempati oleh politikus Gerindra Sandiaga Uno dengan 9.1 persen dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di posisi ketiga dengan 8.8 persen.\n\nTerpisah, Lembaga survei Indo Barometer masih menempatkan Anies Baswedan sebagai calon presiden terkuat di antara kepala daerah. Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif M. Qodari dalam jumpa pers Rilis Survei Indo Barometer bertajuk Mencari Pemimpin: Road to Capres dan Parpol 2024 di Hotel Atlet Century, Jakarta, Minggu (23/3).\n\n"Dari hasil survei, Anies meraih 31,7 persen, lebih unggul dibanding lima kepala daerah lainnya," kata Qodari.\n\nDi belakang Anies ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan perolehan 11,8 persen, serta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 9,9 persen.\n\nKemudian, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 8,2 persen, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 5,6 persen, serta Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah 0,8 persen. Anies, lanjut dia, juga menjadi calon dengan tingkat pengenalan tertinggi dengan angka 91,7 persen, kemudian Ridwan Kamil 65,8 persen, dan Khofifah 55,8 persen.\n\nTri Rismaharini 49,4 persen, Ganjar Pranowo 47,8 persen, dan Nurdin 10,7 persen. Ia menjelaskan, Anies lebih dikenal daripada kepala daerah lainnya karena status ibu kota negara dan pemberitaan di media massa sangat tinggi.\n\nPraktis, kata dia, informasi mengenai Anies menjangkau seluruh penduduk Indonesia. Survei dilakukan Indo Barometer 9-15 Januari 2020 kepada 1.200 responden yang sudah memiliki hak pilih. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan (margin of error) mencapai 2,83 persen. (*)\n\nArtikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul "PKS soal Elektabilitas Anies Turun: Harapan Publik Tinggi" https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200223183617-32-477303/pks-soal-elektabilitas-anies-turun-harapan-publik-tinggi