Raperda Inisiatif Pemkot Bontang Dibahas DPRD, Fraksi Golkar-Nasdem Terima Masukan Wali Kota

Raperda Inisiatif Pemkot Bontang Dibahas DPRD, Fraksi Golkar-Nasdem Terima Masukan Wali Kota
RUBRIK.ID, BONTANG - Tujuh rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif pemerintah kota Bontang memasuki babak pembahasan di DPRD.\n\nRapat pembahasan yang sempat alot menghasilkan penundaan terhadap dua raperda, sementara lima lainnya telah dibahas bersama. Meski demikian, seluruh fraksi DPRD Bontang tetap menerima seluruh raperda.\n\nTak terkecuali fraksi partai Golkar-Nasdem, melalui anggota DPRD Yassier Arafat untuk menyampaikan tanggapannya atas masukan Wali Kota Bontang terhadap raperda penyelenggaraan pendidikan.\n\n"Kami sepakat terhadap masukan dari Wali Kota demi penyempurnaan materi raperda sesuai dengan peraturan dan perundang undangan yang berlaku," kata Yassier di Bontang, Senin (24/2/2020).\n\nUntuk raperda tentang pengelolaan sampah, Yassier menuturkan perlu adanya pengaturan secara spesifik tentang jenis sampah, penambahan materi mengenai perizinan pengelolaan sampah, pembentukan satuan tugas (satgas) khusus persampahan ditingkat kelurahan dan kota, serta koordinasi lebih lanjut dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.\n\n"Salah satu masukan Wali Kota ialah koordinasi dengan OPD atau dinas terkait, tentu kami juga menerima masukan yang disampaikan agar penyempurnaan materi raperda ini bisa secara keseluruhan," tuturnya.\n\nBegitu juga dengan raperda pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), Wali Kota merujuk perubahan judul pada raperda, yaitu penambahan pengaturan mengenai pembentukan badan usaha atau kegiatan terkait pengumpulan limbah B3 dan syarat lokasi penyimpanan sementara limbah B3.\n\n"Soal limbah ini tentu kami sepakat, agar menjadi penyempurnaan dan penegasan terhadap kewenangan daerah," imbuhnya. (advertorial)