Rapat dengan Banggar, Menkeu Ramal Ekonomi Indonesia Minus 5,1 % di Kuartal II

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakini perekonomian Indonesia pada kuartal II ini akan mengalami kontraksi hingga minus 5,1%.

Rapat dengan Banggar, Menkeu Ramal Ekonomi Indonesia Minus 5,1 % di Kuartal II
Menkeu Sri Mulyani/ inilahkoran

RUBRIK.ID - Berita nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang perekonomian Indonesia. 

Pada Kuartal II ini, diyakini ekonomi Indonesia akan kembali minus. 

Bahkan minus melebihi Kuartal I lalu. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakini perekonomian Indonesia pada kuartal II ini akan mengalami kontraksi hingga minus 5,1%.

Terutama, karena tekanan paling berat dari pandemi Covid-19 terjadi di bulan April dan Mei.

Hal ini disampaikan saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengenai Laporan Semester I dan Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN 2020.

"Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 akan mengalami kontraksi yang berkisar -3,5% hingga -5,1%, dengan titik tengah -3,8%," ujarnya, Kamis (9/7/2020).

"Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekononian kita di tahun 2020 ini adalah pertumbuhan yang merosot," tambahnya.

Menurutnya, pelemahan perekonomian akibat Covid-19 sudah terlihat sejak kuartal I-2020, dimana hanya mampu tumbuh 2,97%. Padahal, tekanan pandemi terlihat di RI baru pada Maret 2020, sehingg kuartal II dipastikan lebih merosot tajam.

"Kami menunjukkan bahwa pada kuartal I sudah terjadi penurunan yang cukup drastis dari adanya Covid ini yaitu adanya penurunan pertumbuhan di kisaran 3% atau 2,97%. Ini penurunan cukup tajam dibandingkan rata rata pertumbuhan kita yang berada diatas 5%," kata dia.

Dengan pertumbuhan di kuartal I hanya 2,97% dan pada kuartal II diproyeksi minus hingga 5,1% dengan titik tengah minus 3,8%, maka PDB sepanjang semester I-2020 pasti akan ikut minus.

"Sehingga range semester I range dari pertumbuhan ekonominya adalah antara -1,1% hingga -0,4%," jelasnya.

Ia pun berharap di kuartal III bisa mulai ada perbaikan dengan pertumbuhan ke arah positif. Kuartal III diproyeksi bisa tumbuh positif 1,2% hingga minus 1% dan kuartal IV sepenuhnya positif dikisaran 1,6% hingga 3,2%.

"Kuartal III kita berharap akan terjadi pemulihan. Oleh karena itu nanti proyeksi ekonominya kita masih bisa mencapai range yang mendekati 0 atau bahkan positif yaitu antara -0,4% hingga 1% (full year)," tegasnya. (*) 

Artikel ini telah tayang di cnbcindonesia.com dengan judul "Duh! Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI di Kuartal II Minus 5,1%" https://www.cnbcindonesia.com/news/20200710082759-4-171627/duh-sri-mulyani-ramal-ekonomi-ri-di-kuartal-ii-minus-51