Ramai Pembahasan Omnibus Law, Agus Suhadi: Pro Kontra Itu Biasa

Ramai Pembahasan Omnibus Law, Agus Suhadi: Pro Kontra Itu Biasa
RUBRIK.ID - BONTANG - Penolakan rancangan undang-undang (RUU) Omnibus Law tidak berlaku bagi anggota DPRD Bontang, Agus Suhadi.\n\nMenurutnya, produk pemerintah pusat tersebut dianggap pasti telah melewati pengkajian. Namun memang ia menganggap perlu adanya pendalaman kembali.\n\n"Saya masih mempelajari juga, karena banyak kontra dan pro. Sebetulnya sepakat tapi kan gak bisa nentukan, semua ada yang atur hanya waktu belum sekarang, bisa jadi tahun depan. Kalau saya sih setuju, ditunggu saja," kata Agus.\n\nSebagai informasi, Omnibus Law merupakan produk pemerintah yang mengatur tentang perpajakan dan cipta lapangan kerja (Cilaka). Bagi pemerintah, UU tersebut dianggap membuka jalan bagi dunia investasi, artinya pertumbuhan ekonomi bisa bergerak cepat. Namun bagi para pekerja, tidak sama sekali berpihak.\n\n"Omnibus law itu bagus, pro dan kontra itu biasa, tujuan dari omnibus law itu bagus cuma perlu sosialisasi dan saya yakin bukan harus sekarang disahkan, bisa saja setengah atau satu tahun ke depan, perlu pengkajian memang," ujarnya.\n\nDitanya mengenai penentangan kaum buruh, Agus sebut semua orang memiliki pandangan berbeda-beda, tergantung bagaimana menangkap dan mencernanya.\n\n"Ya kan itu penilaian masing-masing, kalau saya sebetulnya bagaimana cara melihatnya, mungkin disatu sisi tidak berpihak tapi disisi lain bisa berpihak, makanya perlu pengkajian lagi. Tidak semena-mena harus cepat ditetapkan," tuturnya. (advertorial)