Ramadhan Selesai, Begini Tata Cara Puasa Syawal

Ramadhan Selesai, Begini Tata Cara Puasa Syawal
RUBRIK.ID - Begitu cepatnya bulan Ramadhan pergi meninggalkan beribu kenikmatan yang terkandung di dalamnya.\n\nWalaupun bulan Ramadhan sudah berakhir, kini umat Islam menyambut bulan baru yakni bulan Syawal yang juga terkandung banyak kenikmatan.\n\nSalah satunya yakni berpuasa sunnah atau yang lebih dikenal dengan puasa Syawal.\n\nLantas, bagaimana tata cara puasa Syawal?\n\nMenjawab pertanyaan tersebut, Kompas.com menghubungi Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Pendidikan Islam IAIN Surakarta Prof. Toto Suharto.\n\nToto mengatakan, puasa Syawal hukumnya Sunah.\n\n" Puasa Syawal itu hukumnya Sunah," kata Toto kepada Kompas.com, Sabtu (23/5/2020).\n\nTata cara puasa Syawal\n\nUmat Islam melakukan shalat sunah saat beriktikaf di Masjid Baiturrahmah Padang, Sumatera Barat, Sabtu (25/5/2019) malam. Ratusan jemaah beriktikaf dengan berdiam diri di dalam masjid tersebut yang diisi dengan kegiatan berzikir, membaca Al Quran dan ibadah lainnya pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan menanti malam Lailatul Qadar.\n\nAdapun tata cara puasa Syawal tidak ada perbedaan dengan puasa di bulan Ramadhan, yang membedakan hanyalah niat.\n\n1. Membaca niat\n\nBerikut niat puasa Sunnah di bulan Syawal:\n\nNawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala.\n\nArtinya: "Aku berniat puasa Sunah Syawal esok hari karena Allah SWT."\n\n2. Makan sahur\n\nSeperti diketahui, setiap orang yang berpuasa dianjurkan untuk melakukan makan sahur sebelum azan Subuh.\n\nTetapi, apabila tidak makan sahur, puasa seseorang tersebut tetap dianggap sah karena hukum makan sahur adalah Sunnah.\n\n3. Menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu\n\nSetelah berniat puasa Syawal dan makan sahur, maka orang tersebut harus menahan diri dari godaan-godaan yang akan membatalkan puasa.\n\nBatas waktunya juga sama dengan puasa Ramadhan, yakni hingga waktu Maghrib tiba.\n\n4. Berbuka puasa\n\nSetelah seharian berpuasa, setiap Muslim wajib menyegerakan untuk berbuka puasa guna membatalkan puasanya.\n\nKeutamaan puasa Syawal\nWarga membaca Al Quran di Masjid Agung Suhada, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.\n\nAdapun keutaman yang pertama yakni akan mendapat pahala puasa selama setahun penuh.\n\nHal itu merujuk dari dalil yang sahih:\n\n"Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim no. 1164).\n\nBerdasarkan hadis ini, kata Toto, keutamaannya adalah sama dengan berpuasa setahun.\n\n"Perhitungannya begini. Setiap amal itu pahalanya dibalas 10 kalinya. Enam hari kali 10 pahala berarti 60, yang sama dengan dua bulan. Kemudian ketika sebulan puasa Ramadannya lunas ditunaikan, berarti 1 kali 10 sama dengan 10 bulan. Dua bulan ditambah sepuluh bulan sama dengan dua belas bulan atau satu tahun," jelas dia.\n\nToto menyatakan, yang membedakan puasa Syawal dengan puasa Ramadhan yakni pada saat melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, boleh dilakukan secara berurutan atau berselang hari yang terpenting masih di bulan Syawal.\n\nNamun, puasa Syawal sebaiknya dilakukan secara sesegera mungkin. (*)\n\nArtikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul "Simak, Ini Tata Cara Puasa Syawal yang Dapat Dilakukan Setelah Idul Fitri"\n\nhttps://www.kompas.com/ramadhan/read/2020/05/25/083000772/simak-ini-tata-cara-puasa-syawal-yang-dapat-dilakukan-setelah-idul?page=all