Protes Soal Penanganan Dugaan Covid-19 Aktivis di Samarinda, Walhi Bersurat ke Mabes Polri 

Pernyataan keras menanggapi sikap Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Samarinda yang membuka tiga identitas para aktivis kali ini disuarakan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional. 

Protes Soal Penanganan Dugaan Covid-19 Aktivis di Samarinda, Walhi Bersurat ke Mabes Polri 
FOTO : Suasana saat Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan penjemputan tiga aktivis di kantor Walhi Kaltim dan mendapat protes keras saat ini/IST

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Meski telah mendapatkan penjelasan terkait tiga aktivitas di Samarinda yang terkonfirmasi Covid-19, rupanya kasus ini masih terus bergulir.

Pernyataan keras menanggapi sikap Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Samarinda yang membuka tiga identitas para aktivis kali ini disuarakan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional. 

Dalam siaran tertulisnya, Nur Hidayati, Direktur Eksekutif Walhi Nasional menyampaikan protes kepada Kapolri Jendral Idham Azis, Satuan Tugas Covid-19 dan Pemerintah Kota Samarinda.

Sebab, peristiwa tersebut dirasa telah memberi ancaman kepada para anggota Walhi di pelbagai daerah se nusantara. 

"Untuk itu kami menuntut agar, Kapolri, Satuan Tugas Covid-19 dan Pemerintah Kota Samarinda melakukan permintaan maaf kepada kami. Apabila benar kiranya tiga orang yang berada di kantor kami positif Covid-19, maka tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang yang bekerja atas nama negara dilakukan secara bertentangan dengan prosedur yang berlaku," tegas Nur Hidayati dalam siaran tertulisnya pada, Sabtu (15/8/2020).

Nur Hidayati menilai, Satuan Tugas Covid-19 dan Pemerintah Kota Samarinda secara terbuka membuka nama dan identitas orang-orang yang berada di bawah instansi kepada publik.

"Satuan Tugas Covid-19 dan Pemerintah Kota Samarinda melakukan penyidikan internal dan menjatuhkan sanksi kepada petugas yang terlibat dalam peristiwa ini," imbuhnya. 

Selain itu, lanjut Nur Hidayati, pihaknya juga meminta agar Mabes Polri melakukan penyidikan internal dan menjatuhkan sanksi kepada petugas yang terlibat dalam peristiwa ini, sekaligus melakukan tindakan hukum sesuai mekanisme hukum pidana yang berlaku.

"Kapolri, Satuan Tugas Covid-19 dan Pemerintah Kota Samarinda memastikan keamanan sembilan orang yang dilakukan tes swab dan memastikan tidak ada proses transfer virus yang dilakukan dalam peristiwa yang dilakukan secara bertentangan dengan hukum," sambungnya. 

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Samarinda yang juga selaku Plt Kadiskes, Ismed Kusasih ketika dikonfirmasi mengenai perihal tersebut masih irit bicara. 

Saat ditanya melalui pesan singkatnya terkait teknis persoalan dibukanya ketiga identitas aktivis yang terkonfirmasi Covid-19, Ismed justru meminta agar awak media melakukan konfirmasi kepada Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, dr Osa Rafshodia.

"Dengan dr Osa ya detail-detail begini," tulis Ismed. 

"Kami bagian dari Satgas Covid-19, masalah ini dua minggu lalu sudah dijelaskan duduk perkaranya kepada Gugus Tugas bapak Walikota (Syaharie Jaang), bapak Kapolresta Samarinda (Kombes Pol Arif Budiman) sebagai wakil Gugus tugas, bapak Dandim 0901 (Kolonel Inf Oni Kristiyono Goendang) sebagai wakil gugus tugas, dan bapak Sekda (Sugeng Chairuddin). Silahkan mengkonfirmasi kepada mereka-mereka ya," lanjut Ismed. 

Menurutnya perihal tersebut telah diselesaikan dan saat ini ia ingin berfokus kepada penanganan pandemi yang masih terus terjadi di Kota Tepian. 

"Ya, biar kami fokus dulu terhadap Covid-19 yang belum selesai di Samarinda," kuncinya. (*)