Presiden Minta Perketat Pembuatan Perda, Legislator Kaltim Beri Respon Ini 

Presiden Minta Perketat Pembuatan Perda, Legislator Kaltim Beri Respon Ini 
Presiden Minta Perketat Pembuatan Perda, Legislator Kaltim Beri Respon Ini 
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait masalah pembuatan perda mendapat tanggapan dari legislator di karang paci.\n\nDiketahui, Jokowi harapkan proses yang ketat dalam pembuatan Peraturan Daerah (Perda).\n\nKetua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim, Muspandi mengatakan bahwa dirinya sepakat dengan statment itu apabila hal tersebut berkaitan untuk memperketat pembuatan perda (peraturan daerah).\n\n"Kalau pernyataan Bapak Presiden akan memperketat perda - perda itu saya sepakat. Tapi kalau misalnya ditutup ruang untuk tidak membuat perda itu yang keliru,"ungkapnya.\n\nSebab menurutnya keberadaan perda juga dibutuhkan sebab dalam implementasinya perda merupakan turunan dari Undang - Undang (UU), Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).\n\n"Artinya yang diperketat apabila perda itu akan menghambat investasi dan lain sebagainya, ya kami perlu pertimbangkan matang - matang untuk dibuat perdanya,"lanjut Politisi PAN tersebut.\n\n\n\nIa juga menambahkan bahwa dalam aplikasinya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang masuk ke Bapemperda tidak semerta - merta dapat diputuskan oleh DPRD untuk menjadi perda.\n\n"Raperda yang dibahas menjadi perda itu kan tidak mutlak menjadi domain atau keputusan DPRD sendiri disini, tetap juga nanti kan dievaluasi di kementrian, tetap kendalinya ada di kementrian. Kalau toh nantinya bertentangan dengan keinginan pusat tentu tidak akan direstui (perdanya),"pungkasnya. (advertorial)