PPDB Online di Masa Pandemi, Komisi IV Sudah Lakukan Pembahasan Bersama Disdik Kaltim

Adanya pandemi Covid-19 membuat semua aspek kena imbas. Tak terkecuali di dunia pendidikan. Salah satu coantohnya adalah Ujian Nasional (UN) yang ditiadakan.

PPDB Online di Masa Pandemi, Komisi IV Sudah Lakukan Pembahasan Bersama Disdik Kaltim
Ilustrasi PPDB/ tribunkaltim.co

RUBRIK.ID, SAMARINDA – Adanya pandemi Covid-19 membuat semua aspek kena imbas. Tak terkecuali di dunia pendidikan. Salah satu coantohnya adalah Ujian Nasional (UN) yang ditiadakan.

Hal lain, yakni proses proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan secara online.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati pun sampaikan ada beberapa hal yang dibahas bersama dengan pihak terkait mengenai PPDB di masa pandemi ini.

Itu ia sampaikan saat ditemui awak media di Karang Paci-sebutan kantor DPRD Kaltim.

Puji sampaikan, Komisi IV sudah melakukan rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Anwar Sanusi.

“Tidak hanya Disdikbud, tapi juga dengan musyawarah kepala sekolah menyangkut persiapan PPDB tahun ajaran baru 2021/2022,” kata Puji.

 Dalam rapat tersebut ditetapkan untuk zonasi tetap seperti semula. Persentase penerimaan tersebut antara lain jarak zona 50 persen, afirmasi 15 persen, prestasi 30 persen dan pindahan 5 persen.

“Itu yang sedang kami persiapkan, tidak semua orang tua paham dengan teknologi, media dan surat kabar. Sehingga akan lebih bagus apabila masyarakat saling membantu mensosialisasikan hal ini,” imbuhnya.

Disinggung adanya keluhan masyarakat yang ingin anaknya bersekolah ditempat favorit, politisi partai Demokrat itu menegaskan apabila ada orang tua yang mau anaknya bersekolah di tempat favorit bisa memakai jalur prestasi.

“Mereka bisa pakai jalur prestasi, sekarang kan jalur prestasi itu sebanyak 30 persen,” ungkapnya

Dibanding beberapa tahun lalu, ia menganggap bahwa jalur prestasi ini persentasenya cukup besar, sebab dulunya hanya 15 persen saja. Namun, selama dua tahun ini sudah dinaikkan menjadi 30 persen.

“Dua tahun ini sudah dinaikan menjadi 30 persen, jadi kalau siswa itu pintar dan berprestasi apakah itu di sekolah maupun ekstrakurikuler, maka dengan sertifikat itu sudah menjadi prioritas untuk masuk di sekolah tujuan,” urainya.

Puji sampaikan, pihaknya terus lakukan pengawasan agar proses PPDB di masa pandemi ini bisa berjalan lancar dan meminimalisasi masalah.

“Kalau ada masalah, kita coba diskusikan bagaimana solusinya,” ujarnya. (advertorial)