Polresta Samarinda Amankan 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi Siap Edar

Polresta Samarinda Amankan 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi Siap Edar
Polresta Samarinda Amankan 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi Siap Edar
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Satreskoba Polresta Samarinda berhasil menggagalkan 1 kilogram narkoba jenis sabu dan ribuan pil ekstasi yang akan diedarkan di Kota Samarinda\n\nTersangka bernama Kenang Hadi Saputra 35 tahun dibekuk di jalan Panjaitan Kelurahan Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda Kalimantan Timur.\n\nIa dibekuk saat tersangka ingin mengantarkan barang tersebut ke seorang bandar yang saat ini masih dalam pengejaran kepolisian\n\nWakasat Polresta Samarinda AKBP Dedi Agustomo menerangkan, penangkapan ini bermula dari laporan warga dan langsung ditelusuri oleh Satreskoba.\n\nTersangka saat itu menunggu seseorang di depan perumahan Indovice untuk mengantarkan barang haram tersebut kepada seseorang yang tidak diketahui.\n\nPolisi pun langsung menahan tersangka dan menggeledah badan serta motor tersangka.\n\n"Penangkapan ini berdasarkan laporan warga dan langsung kita tindak. Saat tersangka berada di depan perumahan Indovice, langsung kami tangkap. Kemudian kami geledah dan menemukan benda yang mencurigakan dan dibungkus dengan kresek hitam yang ditaruh dalam jok motor," ucapnya.\n\nLanjut Wakapolres Samarinda, dari hasil penggeledahan petugas menemukan kotak susu bayi yang berisi 20 bungkus narkoba jenis sabu seberat 998 gram bruto.\n\nKemudian dan di kotak makanan snack lainnya, terdapat 1000 butir pil ekstasi siap edar. Tersangka ingin mengelabui petugas dengan membungkus barang haram tersebut ke dalam makanan kemasan.\n\nPetugas saat ini masih melakukan pengejaran terhadap tersangka utama yang merupakan bandar yang menjual barang haram tersebut.\n\n"Modus tersangka untuk mengelabui petugas. Barang bukti dibungkus dengan makanan kemasan dan kotak susu bayi," ucapnya.\n\nAtas perbuatan nya tersangka dikenakan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. (*)