Perusahaan Ceko Bakal Investasi di APT Pranoto, Anggota Dewan Harap Berimbas ke Ekonomi Kaltim

SAMARINDA - Bandara APT Pranoto Samarinda terus berbenah menjadi bandara berkelas internasional. Terbaru, perusahaan asal negara Ceko bernama Job Air Technic, berminat menanam investasi di bandara Samarinda ini untuk membangun hanggar Maintenance Repair and Overhaul (MRO).\n\nBila investasi ini berjalan, maka MRO yang ada di Samarinda ini menjadi yang keempat di Indonesia, utamanya untuk kawasan Indonesia tengah dan timur.\n\nDodi Dharma Cahyadi, Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda menyampaikan, hanggar di Bandara APT Pranoto bisa difungsikan sebagai tempat repair, dan maintenance pesawat, yang nantinya menambah MRO di Indonesia.\n\n"Di Indonesia, kan cuma ada 3. Di Jakarta ada Garuda Maintenance Facility, di Batam ada Lion Technic, dan Merpati di Surabaya. Nah, untuk kawasan Indonesia tengah dan timur, belum ada," katanya, dikonfirmasi beberapa waktu lalu.\n\nJob Air Technic, berkeinginan membangun hanggar, dengan luasan lahan yang diperlukan 5-10 hektar.\n\nRencana masuknya investor asal Ceko inipun disambut baik oleh legislator di Karang Paci.\n\nAgus Suwandy, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim menyampaikan, DPRD menyambut baik ada investor yang tertarik mengembangkan Bandara APT Pranoto Samarinda, karena kan berdampak pada perekonomian Bumi Etam.\n\n"Karena itu ada dampak domino juga ke perekonomian yang ada di Kaltim. Kami pasti setuju, karena kami memang mendesain bandara itu ada workshop reparasinya. Karena perkembangan hanggarnya juga harus dilakukan, stay dari beberapa maskapai harus dilakukan di sini," kata Agus Suwandy.\n\nRencana pembangunan runway sepanjang 3000 meter dan lebar 45 meter, menurut Agus tidak menutup kemungkinan APT Pranoto menjadi bandara internasional.\n\nMeski mendukung adanya investor yang akan masuk ke bandara Kota Tepian ini, Agus Suwandy menekankan agar pengembangan bandara ini nantinya tidak membebani APBD Kaltim, bahkan membuat Kaltim harus berutang.\n\n"Boleh dibangun, tapi jangan ngutang, tapi investasi dalam pengelolaan bandara bersama. Apakah UPBU bandara bekerjasama dengan pihak investor lain, itu tidak ada masalah, yang penting APBD Kaltim tidak terbebani. Kalaupun ada penganggaran dari APBD Kaltim, maka harus dilakukan dengan penganggaran tahun tunggal," pungkasnya.