Pernah Gugup hingga Lecet, Wagub Hadi Mulyadi Sudah 21 Kali Sembelih Sapi Kurban

Pernah Gugup hingga Lecet, Wagub Hadi Mulyadi Sudah 21 Kali Sembelih Sapi Kurban
Pernah Gugup hingga Lecet, Wagub Hadi Mulyadi Sudah 21 Kali Sembelih Sapi Kurban
RUBRIK. ID - Tak hanya partisipasi dalam kegiatan pemerintahan, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi juga kerap aktif di beberapa momen keagamaan.\n\nSalah satunya diperlihatkan di agenda Idul Adha hari ini, Minggu (11/8/2019).\n\nDi Masjid Bitul Muttaqin, Islamic Center Samarinda, Hadi Mulyadi menyembelih sendiri hewan kurban yang disumbangkan olehnya, kepada Masjid yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang ini.\n\nSetelah menyerahkan sapi kurban sumbangan Presiden Jokowi kepada Ketua Badan Pengelola Masjid Islamic Canter Samarinda, Awang Dharma Bakti, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi langsung menuju ke sisi belakang salah satu dari 7 masjid terbesar di Asia Tenggara ini.\n\nBukan hendak melihat proses pemotongan sapi kurban sumbangannya. Ternayata, Hadi Mulyadi sudah berbekal pisau khusus untuk memotong hewan kurban miliknya.\n\n"Ini sudah sapi kurban ke-21 yang sudah saya potong. Artinya, sudah 21 tahun saya memotong hewan kurban saya sendiri," ujarnya.\n\n"Sejak saya pulang kuliah dulu saya sudah potong kurban sendiri. Kalau nyembelih sapi sudah 21 kali. Tapi, kalau nyembelih kambing sudah jauh lebih lama lagi," lanjutnya menjelaskan.\n\nMengenang pertama kali melakukan penyembelihan hewan kurban, Hadi mengungkapkan, pernah mengalami gugup. Bahkan, saat itu kakinya lecet-lecet terkena papan penahan hewan kurban yang disembelih olehnya.\n\nNamun, setelah mulai berpengalaman, Hadi mengungkapkan, hal tersebut tidak pernah terulang lagi.\n\n"Jelas nervous (Gugup) lah saat pertama kali melakukan penyembelihan. Kaki saya sampai lecet-lecet karena tergesek oleh papan penahan sapi. Tapi, sekarang sudah tidak lagi. Biasanya, kalau baru belajar itu darah hewan kurban yang disembelih itu muncrat kemana-mana. Pakaian pasti penuh dengan darah. Tapi, lihat sekarang. Paling cuma satu percikan darah," tuturnya.\n\nIntinya, dikatakan Hadi, dalam melakukan penyembelihan hewan kurban itu harus konsentrasi dan fokus. Namun paling penting, dituturkan olehnya, menyembelih dengan penuh kasih sayang dan bukan dengan tujuan ingin menyakiti. Sehingga, dalam proses penyembelihan hewan kurban berjalan dengan baik.\n\n"Kalau dalam ilmu agamanya kan, hewan yang dikurbankan itu akan lebih dahulu masuk surga. Jadi, kita memang harus memperlakukan hewan kurban itu dengan sangat baik. Tidak ada niat untuk menyakiti, dan menyembelihnya dengan penuh kasih sayang. Paling utama, alat untuk menyembelih hewan kurban harus benar-benar tajam," tandasnya.\n\n"Untuk trik menyembelih sendiri, ada dua cara, yakni menyembelih dari bawah keatas dan darah hewan kurban muncrat ke atas. Kemudian, kalau menyembelihnya dari atas kebawah, maka darahnya akan muncrat ke bawah. Dan kalau dilihat tadi, tukan ikat tali kurbannya memang jago. Sebab, hewan kurban tidak berontak dan tenang," lanjutnya.\n\nTidak ingin sembarangan menjalankan perintah Allah SWT dalam menyembelih hewan kurban, Hadi menceritakan, ia memiliki alat khusus untuk menyembelih kurban. Tidak tanggung-tanggung, Hadi menyatakan, memiliki lebih dari 10 bilah pisau kurban. Bukan hanya berasal dari Indonesia, pisu kurban miliknya berasal dari luar negri.\n\n"Satu tahun sekali saja pisau kurban ini keluar. Saya punya lebih dari 10 pisau kurban. Ada pisau kurban buatan Jerman, Amerika, Tasik Malaya, Banjar Masin dan beberapa daerah lainnya. Jadi, saya memang koleksi pisau kurban ini. Dan, kesemuanya dijamin tajam," katanya. (*)