Pengelolaan Sampah hingga Air Bersih di Samarinda Diminati Investor Korea Selatan, Juni Ini Bakal Lakukan Kunjungan 

Kabar baik datang bagi masyarakat Samarinda. Hal ini tak lepas dari beberapa persoalan kota yang pelan-pelan mulai terlihat solusinya. Salah satunya yakni berkaitan dengan air bersih serta pengelolaan sampah di Samarinda. 

Pengelolaan Sampah hingga Air Bersih di Samarinda Diminati Investor Korea Selatan, Juni Ini Bakal Lakukan Kunjungan 
Walikota Samarinda Andi Harun bersama jajaran OPD dan Sekda Samarinda/ IST

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Kabar baik datang bagi masyarakat Samarinda. Hal ini tak lepas dari beberapa persoalan kota yang pelan-pelan mulai terlihat solusinya. Salah satunya yakni berkaitan dengan air bersih serta pengelolaan sampah di Samarinda. 

Progress terkait pengelolaan sampah hingga air bersih ini disampaikan Walikota Samarinda, Andi Harun melalui akun Facebook miliknya. 

Ia sampaikan bahwa untuk air bersih dan pengeloaan sampah, diagendakan untuk dapatkan investasi dari luar negeri, tepatnya Korea Selatan. 

"Jaringan Korea Selatan akan investasi air bersih dan pengelolaan sampah di Samarinda," tulis Andi Harun. 

Ia jelaskan untuk progress investasi, nantinya pihak dari Korsel itu akan lakukan peninjauan ke Samarinda di Juni 2021 ini. 

"Malam tadi bertemu langsung kedua kalinya langsung setuju-tanggal 14 sd 16 bulan ini akan ke Samarinda untuk follow up," tulis Andi Harun. 

Diketahui, pihak Pemkot Samarinda lakukan pertemuan bersama pihak Korea Selatan, Jakarta. Meski diagendakan untuk lakukan peninjauan, Andi Harun belum mempublish nama dari investor tersebut. 

"Pimpinan perusahaan tersebut adalah jaringan dan sudah mengenal cukup lama, yang dua bulan lalu saya hubungi via telepon untuk tujuan mengundang investasi di Samarinda. Maaf identitas perusahaan belum saya publish karena kerjasama resmi belum dilaksanakan walaupun malam tadi persetujuan lisan. Di samping sesuai regulasi di Indonesia, investasi PMA di daerah wajib mendapatkan persetujuan Kemendagri RI dan DPRD setempat," jelasnya. 

Dalam postingannya, ia juga jelaskan alasan mengarahkan investor lakukan investasi di dua sektor itu, yakni sampah dan air bersih. 

"Jawabannya simpel bahkan mungkin sahabat semua juga memahami mengapa terlebih dahulu saya arahkan ke kedua sektor tersebut, diantaranya:

1. Perumdam Tirta Mahakam (PDAM) Samarinda masih memerlukan dana puluhan milyar untuk jangka pendek dan ratusan milyar untuk jangka panjang bagi penyelesaian IPA Sungai Kapih, Pengembangan kapasitas, dan Pembangunan IPA baru lainnya serta peremajaan infrastrukturnya. Termasuk upaya kita menuju digitalisasi tata kelolah air bersih Samarinda untuk jangka menengah dan panjang. Bukankah semua tahu soal pelayanan air bersih secara bergilir ? Juga semua tahu ada 14 ribuan calon pelanggan baru yang belum bisa dilayani ? Termasuk semua tahu kalau masalah kekeruhan air belum bisa juga tuntas, pokoknya semuanya tahu masalah air bersih kita. Tak mungkin dengan keinginan perbaikan pelayanan bagi masyarakat semua bertumpu pada APBD, apalagi masih dalam situasi pandemi COVID-19-peran investasi sangat strategis dan vital bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kita.

2. Samarinda akan membangun TPA baru karena saya sudah memutuskan akan menutup dan memindahkan TPA Bukit Pinang-belum lagi kita butuh armada roda 3 untuk alat transprtasi angkutan sampah dari lingkungan RT ke TPS, penambahan armada mobil utk angkutan dari TPS ke TPA, dan demikian tak kalah pentingnya kebutuhan akan industri pengolahaan sampah yang berkelanjutan (sustainable process). Bisa dibayangkan kita butuh uang sangat besar, mustahil semua bisa didanai oleh APBD Kota Samarinda, sehingga kerjasama B to B atau G to G dengan pihak swasta atau global fundraising akan sangat membantu.

3. Untuk bidang lain di luar urusan air bersih dan sampah kini tengah kami desain platform-nya dan juga menjajaki jaringan investasi swastanya," demikian penjelasan Andi Harun. (*)