Penantang Putra Sulung Jokowi di Pilkada Solo 2020 Berprofesi Ketua RW dan Tukang Jahit 

Bagyo merupakan warga RT 01/06, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo. Sedangkan FX Supardjo adalah warga RT 01/07, Kampung Karangturi, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo.

Penantang Putra Sulung Jokowi di Pilkada Solo 2020 Berprofesi Ketua RW dan Tukang Jahit 
Bagyo Wahyono dan FX Supardjo/ tribunnews

RUBRIK.ID - Berita nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang penantang putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa di Pilkada Solo 2020. 

Siapa penantang Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa di Pilkada Solo 2020? 

Bagyo Wahyono dan FX Supardjo tampaknya serius mencalonkan diri untuk menantang Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa di Pilkada Solo 2020.

Pasangan bakal calon independen yang biasa dikenal dengan sebutan Bajo itu masih bergerilya untuk mengumpulkan 20.000 e-KTP tambahan agar lolos verifikasi faktual di KPU Solo, Jawa Tengah. 

Lalu, siapakah sebenarnya kedua pria tersebut? 

Mereka ternyata merupkan sosok sederhana. Bagyo Wahyono diketahui bekerja sebagai penjahit baju. Sedangkan FX Supardjo saat ini menjabat sebagai ketua RW di sebuah kampung.

Bagyo merupakan warga RT 01/06, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo. Sedangkan FX Supardjo adalah warga RT 01/07, Kampung Karangturi, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo.

Ketua Tim Sukses Bajo, Robert Hananto, mengatakan pasangan Bagyo Wahyono dan FX Supardjo maju Pilkada Solo 2020 disusung oleh Yayasan Tikus Pithi. 

Meski keduanya merupakan sosok sederhana dan tidak punya banyak uang, tapi bukan berarti tak layak untuk maju dalam Pilkada Solo.

Karena itu, pihaknya tak ingin muluk-muluk.

"Kami tidak perlu muluk-muluk untuk mengusung pasangan cawali dan cawawali dari jalur independen," kata Robert Hananto, Rabu (22/7).

Dia menjelaskan, majunya Bagyo Wahyono dan FX Supardjo di Pilkada Solo menunjukkan bahwa pencalonan keduanya dilakukan tanpa mahar politik. 

"Kami mengusung Bagyo dan FX Suparjo karena kita ingin mengusung dari masyarakat biasa. Dengan ini ingin membuktikan tukang jahit dan ketua RW bisa maju di Pilwakot Solo tanpa ada mahar politik," kata Robert. 

Robert menjelaskan, pihaknya mengumpulkan banyak dukungan dari masyarakat berupa e-KTP sejak setahun yang lalu. 

"Kami mulai mengumpulkan e-KTP sebagai syarat dukungan sejak setahun lalu. Saya optimistis akan lolos di KPU dan memenangkan kontestasi politik Pilwakot Solo," tutur dia. 

Robert menegaskan, jika Bajo lolos, maka sejarah baru di Pilwalkot Solo akan terukir.

Sebab, selama ini belum ada calon independen bertarung melawan calon yang diusung dari partai politik besar. 

Jumlah dukungan pasangan Bajo saat verifikasi faktual KPU Solo ada sebanyak 7.241 dukungan KTP yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Sedangkan yang memenuhi syarat hanya 28.629.

Adapun batas minimal untuk bisa maju dari jalur perseorangan di Pilkada Solo harus mampu mengumpulkan sebanyak 35.870 e-KTP disertai surat pernyataan lengkap bermaterai. 

Untuk memenuhi syarat dukungan tersebut, jumlah TMS dikalikan dua kali lipat sesuai aturan KPU RI. 

Artinya, tim Bajo harus memenuhi jumlah dukungan sebanyak 14.482 untuk bisa lolos.

Syarat dukungan itu harus dikumpulkan paling lambat pada 27 Juli 2020. (*) 

Artikel ini telah tayang di Kompas TV dengan judul "Ini Penantang Gibran di Pilkada Solo dari Jalur Independen, Sang Tukang Jahit dan Ketua RW" https://www.kompas.tv/article/95992/ini-penantang-gibran-di-pilkada-solo-dari-jalur-independen-sang-tukang-jahit-dan-ketua-rw?page=all