Pemkot Balikpapan Kebingungan Biaya Perawatan, Satu WNA Status PDP

Pemkot Balikpapan Kebingungan Biaya Perawatan, Satu WNA Status PDP
RUBRIK.ID - Salah satu pasien Covid-19 dari warga negara asing (WNA) asal Bangladesh di Balikpapan ditetapkan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).\n\nKepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, pasien tersebut telah dirawat selama 6 hari, dan diketahui oleh pihak keluarganya.\n\n"Sudah 6 hari dan keluarganya tahu," katanya saat dihubungi Diksi.co melalui pesan singkat WhatsApp.\n\nDisampaikan juga oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, WNA yang berstatus PDP di Balikpapan itu belum diputuskan untuk biaya perawatannya akan ditanggung siapa.\n\n"Yang kami yang bingungkan ada WNA yang berstatus PDP ini belum ada kejelasan siapa yang harus membayar perawatannya, yang WNI jelas pemerintah yang menanggung," katanya.\n\nWNA yang berasal dari Bangladesh tersebut ditetapkan PDP setelah tinggal selama sebulan di Balikpapan dan jatuh sakit dengan gajala Covid-19.\n\n"Dari Bangladesh, tidak kerja di Balikpapan, cuma berada di Balikpapan 30 hari lalu sakit, lalu kami tetapkan statusnya PDP," katanya.\n\nPasien WNA tersebut saat ini masih tetap dirawat oleh tenaga medis di rumah sakit Balikpapan, dan akan dibayarkan oleh pemerintah kota jika belum ada kejelasan pembiayaannya.\n\n"Sementara tetap dilakukan penanganan oleh tim medis, nanti sambil berjalan tidak serta merta harus dibayar. Kalau pun akhirnya tidak jelas maka akan menjadi tanggung jawab pemerintah kota," tutupnya. (*)\n\nArtikel ini telah tayang di diksi.co dengan judul "Pasien WNA Berstatus PDP di Balikpapan, Pemkot Bingungkan Biaya Perawatan"\n\nhttps://diksi.co/news/pasien-wna-berstatus-pdp-di-balikpapan-pemkot-bingungkan-biaya-perawatan