Pembayaran QR Code Mulai Diberlakukan, Kanwil BI Balikpapan: Transaksi Jadi Lebih Mudah

Pembayaran QR Code Mulai Diberlakukan, Kanwil BI Balikpapan: Transaksi Jadi Lebih Mudah
Pembayaran QR Code Mulai Diberlakukan, Kanwil BI Balikpapan: Transaksi Jadi Lebih Mudah
RUBRIK.ID - Sosialisasi QR Code atau biasa dikenal dengan Barcode Standard (QRIS) untuk sistem pembayaran dilakukan Bank Indonesia Balikpapan.\n\nKepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, sampaikan implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, guna memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).\n\nPeluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019 lalu.\n\n"Kita menyederhanakan para penyedia jasa kalau bergabung disini bisa lebih mudah bukan hanya untuk konsumen tapi untuk merchannya. Kita jadi lebih mudah bertransaksi," kata Bimo.\n\nSehingga akan meningkatkan aktivitas ekonomi. Proses transisi tidak seketika. Untuk menyesuaikan satu Januari 2020.  Mendukung digitalisasi perbankan. Tidak saling mematikan tetapi bersinergi.\n\nQRIS mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung) yang sejalan dengan tema HUT ke?74 Kemerdekaan RI yaitu SDM Unggul Indonesia Maju.\n\n"Tujuan dari QRIS ini adalah untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia maju," ungkapnya.\n\nQRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri. Dengan mengaplikasikan QRIS ini, masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel dan transaksi dengan QRIS sehingga menguntungkan pembeli maupun penjual karena transaksi berlangsung efisien.\n\n"Melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Transaksi yang cepat dan ?real time? akan mendukung kelancaran sistem pembayaran," ungkapnya.\n\nQRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co. untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara.\n\nUntuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) dimana penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran.\n\n"Sebelum siap diluncurkan, spesifikasi teknis standar QR Code dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) pada tahap pertama pada bulan September hingga November 2018 dan tahap kedua pada bulan April hingga Mei 2019. Ke depan, Bank Indonesia akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk implementasi QRIS sehingga mampu mendukung pencapaian Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025," ungkapnya. (*)