Pembagian Daging Kurban Rawan Gunakan Kantong Plastik, DLH Samarinda Himbau Pakai Baskom

Samarinda - Umat muslim sebentar lagi akan merayakan Idul Adha 1440 Hijriah. Sesuai dengan rukun Idul Adha sendiri, daging hewan kurban akan dibagikan bagi masyarakat yang berhak menerimanya.\n\nDaging kurban akan dibagikan menggunakan kantong plastik, kebiasaan seperti ini bagian tradisi yang sudah mengakar dimasyarakat. Hal ini sayangnya, menghasilkan sampah kantong plastik dengan jumlah besar.\n\n\n

Foto : Tribunkaltim.com

\nPemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Peraturan Walikota Samarinda (Perwali) Nomor 01 tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik memberikan dampak kepada pembagian daging kurban. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, pembagian daging kurban akan dihimbau melakukan perubahan.\n\nKepala DLH Samarinda, Nurrahmani mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada pengurus masjid.\n\n"Kami akan menghimbau untuk membagi daging kurban menggunakan daun ataupun masyarakat bawa baskom sendiri untuk mengambil," katanya melalui telepon, Kamis (01/08/2019).\n\nHimbauan ini, papar Nurrahmani, dilihat dari jumlah besar kantong plastik yang akan terpakai. Jumlah besar tersebut dikalkulasikan dari jumlah hewan yang dikurbankan dan jumlah orang yang akan menerimanya.\n\nTahun ini, pemerintah kota Jakarta memberi aturan pembagian daging kurban menggunakan besek bambu. Nurrahmani menuturkan, hal tersebut akan mengeluarkan biaya yang banyak.\n\n"Untuk kita ikuti tersebut, biayanya mahal. Pesan harus ke Jawa dan ongkosnya pasti mahal. Jadi kita himbau langsung ke warga untuk mengambil dagingnya dengan bawa baskom sendiri," jelasnya.\n\nTerkait efektifnya himbauan tersebut, Nurrahmani menjawab belum efektif karena pemberlakuan aturan pengurangan kantong plastik masih terhitung baru.\n\n"Karena baru pertama kali di Idul Adha, pasti tidak terlalu efektif. Tapi kami coba untuk terus akan sosialisasi dan pasti kami terus evaluasi," tutupnya.