Pasien Positif OTG Isolasi Mandiri, Dinkes Samarinda Terima Laporan Dijauhi Warga

Melakukan perawatan mandiri di rumah berpotensi dijauhi atau dikucilkan di sekitar tempat tinggal pasien

Pasien Positif OTG Isolasi Mandiri, Dinkes Samarinda Terima Laporan Dijauhi Warga
Ismed Kusasih, Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda/HO

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Sesuai protokol baru penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, bagi pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala medis dapat melakukan isolasi mandiri di rumah selama 10 hari, sebelum akhirnya dinyatakan sembuh.

Selama 10 hari karantina mandiri, pasien tidak diizinkan berinteraksi dengan orang lain, serta wajib melaporkan suhu tubuh dua kali dalam sehari.

Beberapa kasus konfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala saat ini melakukan isolasi mandiri di rumah.

Melakukan perawatan mandiri di rumah berpotensi dijauhi atau dikucilkan di sekitar tempat tinggal pasien.

Hal tersebut dirasakan oleh salah satu pasien berinisial CY, pegawai Pemprov Kaltim, yang mengaku dikucilkan warga usai ditetapkan positif Covid-19 pada Kamis (23/7/2020).

"(Isolasi mandiri) di rumah, tapi dimusuhi tetangga," katanya.

Tidak hanya kepada dirinya, sikap warga sekitar juga diterima oleh keluarga pasien. CY mengungkapkan warga kerap mengawasi rumahnya, memastikan dirinya tidak keluar rumah.

"Diperiksa-periksa, orang kita enggak keliatan, Jadinya dapat dampak sosialnya," jelasnya.

CY berharap dapat dikarantina di RS Karantina Samarinda di Bapelkes.

Dirinya mengaku di lokasi karantina tersebut ada beberapa rekannya yang juga sedang menjalani perawatan.

Berbeda dengan dirinya yang justru diminta melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Mending di sana. Teman-temanku OTG, tapi dirawat semua di sana," tegasnya.

Sementara itu, Ismed Kusasih, Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda mengungkapkan pihaknya telah menerima beberapa laporan terkait kasus pasien Covid-19 dijauhi warga.

"Ya, itu sdh terjadi. Kami dapat laporannya.

Covid-19 ini dampak sosialnya pasti ada," kata Ismed, Senin pagi (27/7/2020).

Warga diharap tidak memberikan stigma negatif kepada pasien Covid-19. Warga juga diminta dapat memberikan dukungan moral ke pasien untuk berjuang sembuh dari Covid-19.

"Bantu kami  menyampaikan penyakit ini bukanlah aib,  menghilangkan stigma yang buruk, tetap waspada, tetap jaga protokol kesehatan," ungkapnya.

Banyak cara yang bisa dilakukan warga yang di lingkungannya ada pasien corona melakukan isolasi mandiri.

Salah satunya bergotong-royong untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti sembako maupun kebutuhan lainnya.

Namun juga, warga diimbau tidak melakukan kontak erat dengan pasien.

"Tetangga membantu dan mensupport warga yang harus menjalani isolasi mandiri, dan itu hanya bisa dilakukan oleh kita yang peduli. Surveilance berbasis masyarakat," pungkasnya. (*)