Pasca Ditemukan Pasien Positif Covid-19, Pemkot Balikpapan Terapkan WFH bagi ASN, Begini Kelanjutannya

Penutupan kantor pemerintahan dan kedinasan ini menjadi tindak lanjut agar tidak ada lagi penyebaran Covid-19

Pasca Ditemukan Pasien Positif Covid-19, Pemkot Balikpapan Terapkan WFH bagi ASN, Begini Kelanjutannya
Kantor Pemkot Balikpapa/kaltimprov.go.id

RUBRIK.ID, BALIKPAPAN - Terkait penutupan beberapa kantor pemerintahan di Kota Balikpapan setelah ditemukannya kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Pemerintah Kota Balikpapan akan mengevaluasi tindak lanjut ke depannya.

Diberitakan sebelumnya, setelah adanya beberapa kepala dinas serta stafnya yang terkonfirmasi positif, Pemkot Balikpapan mengambil tindakan lebih awal dengan menerapkan kembali kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai 18 Agustus hingga 24 Agustus  mendatang.

"Nanti kita evaluasi kalau masih memerlukan waktu," kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Penutupan kantor pemerintahan dan kedinasan ini menjadi tindak lanjut agar tidak ada lagi penyebaran Covid-19.

Penyemprotan disinfektan dan perluasan tracing kontak pun telah dijalani agar memastikan kondisi kembali normal lagi.

"Supaya ini kasusnya tidak bertambah," tuturnya.

Rizal mengatakan jika nantinya kasus yang terkonfirmasi positif justru semakin mengalami peningkatan, kebijakan WFH pun akan dilanjutkan kembali.

Namun pihaknya masih terus mengevaluasi dari hasil penindakan WFH selama 1 minggu lalu dan memastikan situasi yang terjadi saat ini.

"Nanti kita tambah waktunya kalau kasus meningkat, pokoknya nanti kita lihat dulu situasinya," katanya.

Sebelumnya diketahui beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan terindiksi tertular Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana terkonfirmasi positif dan masih menjalani proses penyembuhan dengan isolasi mandiri.

Selain itu, Kepala Perpusataan dan Arsip Balikpapan Drs Hery Misnoto dan juga Kepala Bidang Kesejahteraan Masyarakat dan Plt. Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr. Sriyono, keduanya meninggal dunia setelah sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19. (*)