Para Penggali Kubur di Tengah Pandemi Covid-19, Sehari Bisa Gali 20 Kuburan

Para Penggali Kubur di Tengah Pandemi Covid-19, Sehari Bisa Gali 20 Kuburan
RUBRIK.ID - Wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia ternyata banyak memunculkan sisi lain yang jarang diketahui banyak orang.\n\nDi saat masyarakat riuh menyoroti beragam hal seperti kinerja pemerintah, perjuangan para tenaga medis, hingga gejolak di masyarakat, mereka yang berprofesi sebagai penggali kubur nyaris tak terdengar kabarnya.\n\nSeperti yang terjadi baru-baru ini, media asing justru menyoroti para penggali kubur yang juga berjuang keras di tengah wabah Covid-19. Tak hanya profesi mereka yang dibutuhkan, tapi juga beban kerja yang berat dengan resiko tinggi. Ya, para penggali kubur tersebut dikhawatirkan rawan terpapar korban Covid-19 yang mereka makamkan.\n\nKerja cepat dengan durasi yang sangat menguras tenaga\n\nBukan perkara mudah bagi para penggali makam bekerja di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Merebaknya virus menular di tengah-tengah masyarakat, berarti bertambah pula beban kerja mereka untuk menguburkan mereka yang telah meninggal dunia. Hal inilah yang kemudian disorot oleh media asal Cina, South China Morning Post (SCMP).\n\nPara penggali kubur tersebut digambarkan bekerja keras untuk mengubur para korban Covid-19 di Jakarta. Salah satunya adalah sosok Junaidi Hakim.\n\nSeakan berpacu dengan waktu, ia bersama rekan-rekannya beralih dari satu lubang ke lubang lainnya dengan waktu yang cepat. Jika tidak, nyawa mereka sendiri yang menjadi taruhannya karena tak dilengkapi pelindung diri yang memadai.\n\n[embed]https://www.youtube.com/watch?v=Uguek9K0Tfg[/embed]\n\nTantangan bekerja di tengah pandemi dan bulan suci Ramadan\n\nTak salah bila para penggali kubur tersebut harus sigap dan cepat dalam melakukan pekerjaannya. Dilansir dari South China Morning Post (19/05/2020), mereka memiliki waktu kurang dari 10 menit untuk menghindari kemungkinan terinfeksi jenazah korban Covid-19 yang dikuburkan.\n\nBekerja di tengah pandemi memang menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Selain resiko tertular, tugas tersebut juga dilakukan saat bulan Ramadan.\n\nDi mana mereka juga berpuasa dan tetap harus siaga meski sinar matahari tengah terik-teriknya. Hal semacam ini dihadapi oleh Sekitar 50 penggali kubur di pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta.\n\nPekerjaan berat yang bakal menjadi pengalaman berharga\n\nTPU Pondok Ranggon yang menjadi salah satu pemakaman yang diperuntukkan bagi korban Covid-19, saban hari dipenuhi penggali kubur yang siap menjalankan tugasnya.\n\nDalam sehari, mereka bekerja keras hingga 15 jam sehari selama seminggu penuh. Padahal sebelum adanya wabah Covid-19, salah seorang penggali kubur bernama Suherman hanya menggali makam sebulan sekali.\n\nDengan upah bulanan sebesar Rp 4,2 juta, para pekerja tersebut menggali setidaknya 20 kuburan per hari, memberikan tanda dengan tiang kayu putih yang mencantumkan nama, tanggal lahir dan hari meninggalnya. Jelas, durasi waktu dan rasa lelah luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya, menjadi sebuah pengalaman hidup yang berharga.\n\nKritik media asing terhadap data korban Covid-19 di Indonesia\nTak hanya menyoroti kiprah penggali kubur untuk para korban meninggal dunia Covid-19, media asing seperti AFP (Perancis) dan SCMP (Cina) juga mengkritisi soal jumlah kasus Covid-19 di Indonesia sebenarnya belum begitu jelas. SCMP menuliskan (19/05/2020), jumlah kematian resmi 1.191 pada hari Senin secara luas diyakini jauh di bawah kenyataan.\n\n?Setidaknya 2.107 orang telah dimakamkan di bawah protokol keamanan Covid-19 di Jakarta saja, hampir dua kali lipat dari jumlah korban nasional yang dilaporkan. ?Kota-kota lain juga telah memperlihatkan angka pemakaman yang luar biasa tinggi dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan lebih banyak korban,? tulis SCMP.\nSama seperti para profesional yang dibutuhkan oleh negara di tengah pandemi Covid-19, keberadaan para penggali kubur di atas juga tak kalah pentingnya. Sayang, kiprahnya tak banyak disorot karena tenggelam oleh tenaga lainnya yang mungkin kerap terlihat di layar kaca. Semoga saja, pemerintah bisa memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan mereka. (*)\n\nArtikel ini telah tayang di Boombastis.com dengan judul "Kisah Penggali Kubur Korban Covid-19 di Indonesia, Kerja 15 Jam Sehari Selama Seminggu" https://www.boombastis.com/kisah-penggali-kubur-korban-covid-19/268603