Pansus LKPj DPRD Kaltim Nilai Pemprov Tak Serius Dalam Membuat LKPj

Pansus LKPj DPRD Kaltim Nilai Pemprov Tak Serius Dalam Membuat LKPj
RUBRIK.ID, SAMARINDA - Anggota Panitia khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kaltim Tahun Anggaran 2019, menilai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kaltim, tidak serius dalam menyampaikan LKPJ -nya.\n\nPasalnya, terdapat beberapa data yang ada di lembar LKPj, tidak sesuai dengan pemaparan OPD yang ada.\n\nSarkowi V Zahry, usai rapat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pariwisata (Dispar) mengatakan, saat melihat data yang ada di lembar LKPj, pihaknya mengalami kesulitan dalam mengkaji ulang laporan tersebut. Bahkan, terdapat data-data yang sama dengan tahun sebelumnya.\n\n"Disini juga kami kesulitan untuk mempelajari data mereka ini. Misalnya katakanlah dinas ini masuk untuk programnya, sementara kami lihat dalam penyampaian gubernur tidak ada di dalam penjelasannya," ucap Sarkowi saat ditemui usai Rapat, di Gedung DPRD Kaltim, Rabu (5//5/2020).\n\nDari laporan OPD terkait, Sarkowi menjelaskan, alasan ketidak sinkronan tersebut, dikarenakan adanya perpindahan tanggung jawab dalam penulisan LKPJ, sebelumnya,\n\nLaporan itu, ditangani oleh Bapedda, namun belakangan ditangani oleh kepemerintahan.Pihaknya pun, menilai penulisan LKPJ itu, tidak disinkronkan dengan data-data yang ada di OPD-OPD terkait.\n\n"Ada perpindahan penanggung jawab penyusunan, dari Bappeda ke pemerintahan, nah ini tahap penyusunan LKPJ, keliatannya tanpa koordinasi dengan OPD," jelasnya.\n\nIa pun menyayangkan ketidaksinkronan data tersebut. Padahal, lanjut Sarkowi, data tersebut harusnya menjadi bahan perbandingan DPRD untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan nantinya, dan akan dijadikan poin-poin rekomendasi.\n\nMenyikapi hal tersebut, Sarkowi mengungkapkan, Pansus LKPj akan memanggil Sekretaris Provinsi (Sekprov) untuk memberi penjelasan terkait masalah ini.\n\n"Senin nanti kami akan panggil Sekprov, karena kerja OPD terkait pendataan ini benar-benar tidak jelas dan kesannya tidak pernah di konsep," pungkasnya. (advertorial)\n\n