Pagar Rumah Ambruk, Warga Mugirejo Somasi Perusahaan Telekomunikasi

Pagar Rumah Ambruk, Warga Mugirejo Somasi Perusahaan Telekomunikasi
Pagar Rumah Ambruk, Warga Mugirejo Somasi Perusahaan Telekomunikasi
RUBRIK.ID - Masih Belum jelasnya ganti rugi atas musibah yang diklaim diakibatkan karena pengerjaan parit oleh salah satu perusahaan telekomunikasi, membuat salah satu warga Samarinda bersiap maju ke ranah hukum.\n\nSomasi 1 hingga 3 telah dilakukan , namun hingga kini, ganti rugi yang diharap belum juga turun.\n\nWarga Samarinda itu adalah Suryawan. Ia adalah warga Jalan Bugis Mugirejo, Samarinda yang klaim menjadi korban atas pengerjaan parit oleh perusahaan telekomunikasi PT. Protelindo.\n\nKamis (29/8/2019) lalu, saat ditemui di Jalan Juanda Samarinda, Suryawan menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.\n\nKejadian bermula di 9 Juni 2019, tepatnya subuh hari, saat pagar rumah Suryawan roboh. Pagar tersebut berukuran panjang 14 meter serta tinggi 2,5 meter.\n\nImbas rubuh tanpa sebab, Suryawan kemudian mencari tahu penyebab robohnya pagar.\n\nSetelah dianalisa, ia kemudian masuk pada 2 kesimpulan. Pertama, adalah hujan lebat, dan kedua yakni dikarenakan hilangnya kekuatan pondasi rumah akibat adanya parit yang lebih dalam dari pondasi pagar. Parit tersebut adalah hasil pekerjaan subkontraktor dari PT. Protelindo.\n\n?Pondasi pagar rumah saya menjadi gantung, karena parit yang dibuat oleh sub kontraktor PT. Protelindo justru lebih dalam,? kata Suryawan.\n\nImbas dari hal itu, Suryawan kemudian membuat berita acara yang ditandatangani Ketua RT setempat, pun beserta saksi-saksi.\n\nPenjelasan secara klir ia harap bisa dapatkan dari pihak PT. Protelindo terkait robohnya pagar.\n\nSelain itu, Suryawan juga inginkan adanya ganti rugi biaya perbaikan pagar yang telah ia keluarkan. Jumlahnya puluhan juta.\n\nKomunikasi ia lakukan, dengan mengirimkan somasi kepada Direksi PT Protelindo.\n\nPasalnya, Suryawan klaim dirinya ingin disikapi secara serius oleh perusahaan atas kejadian tersebut.\n\nNamun, sejak somasi 1 hingga somasi 3, Suryawan masih belum dapatkan kepastian kapan ganti rugi atas perbaikan pagar serta hal lain, bisa ia dapatkan dari perusahaan.\n\nPadahal, diakui Suryawan, sejak somasi 1 dikirim sudah ada pihak perusahaan PT. Protelindo yang menemui dirinya membahas hal tersebut.\n\n?Ada perwakilan pihak PT. Protelindo. Namanya Doni. Sempat cek lokasi. Saya sempat diajak nego tuntutan. Tetapi saya tidak mau. Kemudian dikabarkan untuk penggantian maksimal 1 minggu. Tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Itulah kenapa saya terus buat hingga somasi 3,? ujar Suryawan.\n\nHal lain yang membuat Suryawan kecewa, disebutnya adanya perubahan sikap dan janji yang ia terima dari pihak perwakilan PT. Protelindo.\n\n?Sebelumnya saya dijanjikan maksimal 1 minggu. Tetapi kemudian dikabarkan bahwa dia (Doni) juga tak bisa janji. Saya kecewa mendengar itu,? katanya.\n\nTahap akhir ketidakjelasan, Suryawan mengaku siap untuk membawa kasus ini ke pengadilan, jika belum ada titik terang yang ia dapatkan. (*)\n\nKlarifikasi Protelindo \n\nAtas persoalan tersebut, tim redaksi Diksi.co kemudian lakukan konfirmasi kepada pihak PT. Protelindo.\n\nMelalui sambungan telepon, Diksi.co berhasil komunikasi dengan Doni Catur, pihak yang menemui Suryawan sebelumnya.\n\nDoni diketahui merupakan bagian properti di PT. Protelindo.\n\nDari penjelasan Doni, diketahui bahwa pengerjaan perbaikan jalan termasuk pembuatan parit memang benar dilakukan oleh mitra (sub kontraktor) dari PT. Protelindo.\n\nPembangunan akses jalan dan parit dilakukan karena PT. Ptotelindo menggunakan lahan warga dalam membangun tower.\n\nLahan warga yang digunakan adalah warga atas nama Heri.\n\nSebagai kompensasi penggunaan lahan untuk tower, Ptotelindo kemudian membangun jalan dan parit di lokasi tersebut.\n\nDisebut, Doni, sebelum memulai proses pembangunan jalan dan lahan itu, Suryawan sempat diminta koordinasi oleh Heri (pemilik lahan), terkait persoalan pembungan air.\n\n?Waktu itu sudah diperingatkan. Kalau bisa buat saluran pembuangan sendiri. Dari pihak pak Heri juga sudah menginformasikan terkait akan adanya pembuatan jalan dan parit kepada pak Suryawan,? ujarnya.\n\nNamun, informasi yang diterima Doni dari pemilik lahan Heri, saran untuk koordinasi sebelum pengerjaan parit itu tidak diindahkan Suryawan.\n\nLebih lanjut, Doni juga sampaikan bahwa ia telah menerima somasi dari Suryawan tersebut.\n\n?Kami sudah terima somasi . Tiga kali. Dari pengacara kami sudah mengkaji itu. Kalaupun nanti tak ada titik temu dan masuk ke jalur hukum, pak Heri (pemilik lahan) juga siap untuk menjadi saksi. Saya juga sudah sampaikan, apakah pak Suryawan sudah komunikasi lebih dahulu ke pak Heri akan masalah ini. Kami kan ingin menengahi. Pekerjaan ini kan dikerjakan subcon saya,? katanya.\n\nIa pun sampaikan bahwa sampai saat ini PT. Protelindo masih mencoba kaji persoalan dari hal tersebut.\n\n?Sebenarnya nominalnya (ganti rugi) Rp 17 jutaan. Kami bukan masalah nominal. Dari subcon juga sudah kami sampaikan, bahwa pengerjaan itu memang permintaan dari pemilik lahan. Saya bukan pengambil keputusan. Saya hanya jelaskan akar masalah (dari PT. Protelindo). Dari segi legal, atasan saya meminta dikaji sisi legalnya dahulu,? katanya. (*)